3 Bek Sentral Incaran Xabi Alonso demi Lini Belakang Real Madrid yang Tangguh dan Fleksibel

Nama-nama tersebut dipilih langsung oleh Alonso berdasarkan gaya bermain dan kebutuhan taktiknya.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 24 Juni 2025, 15:50 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berbicara dengan para pemainnya dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid belum puas meski sudah merekrut Dean Huijsen dan menanti kembalinya Antonio Rudiger serta Eder Militao dari cedera. Pelatih baru Xabi Alonso punya rencana besar untuk lini belakang Los Blancos. Ia ingin pertahanan Madrid lebih tangguh dan fleksibel menghadapi jadwal padat musim depan.

Laporan dari Fichajes mengungkapkan bahwa Alonso telah menyusun daftar pendek berisi tiga bek sentral. Nama-nama tersebut dipilih langsung oleh Alonso berdasarkan gaya bermain dan kebutuhan taktiknya. Ketiganya adalah Ibrahima Konate (Liverpool), Piero Hincapie (Bayer Leverkusen), dan Cristian Romero (Tottenham).

Ketiganya punya karakteristik yang berbeda, tapi ada benang merah yang menyatukan: kekuatan fisik, kecerdasan taktik, dan kemampuan bermain di lebih dari satu posisi. Alonso tampaknya mengincar pemain bertahan yang tak hanya solid, tapi juga bisa beradaptasi cepat dengan perubahan formasi.


Hincapie: Anak Didik yang Sudah Paham Sistem

Pemain Bayer Leverkusen, Piero Hincapie, duel udara dengan pemain Union Berlin, David Datro Fofana, pada laga Bundesliga di Bay Arena, Minggu (12/11/2023). (AFP/Ina Fassbender)

Dari ketiga nama yang masuk dalam radar, Piero Hincapie adalah sosok yang paling dikenal Alonso. Bek asal Ekuador ini sudah pernah bekerja sama dengannya di Bayer Leverkusen dan menjadi bagian penting dari lini pertahanan yang solid di Bundesliga. Keakraban mereka jadi nilai tambah tersendiri dalam pertimbangan Real Madrid.

Hincapie dikenal sebagai pemain yang serbaguna. Ia bisa bermain sebagai bek tengah dalam formasi tiga maupun empat pemain belakang, bahkan bisa diandalkan di posisi bek kiri. Karakter ini sesuai dengan visi Alonso yang menyukai fleksibilitas dalam susunan pemain bertahan.

Selain itu, Hincapie punya kemampuan membaca permainan yang baik dan piawai dalam membawa bola dari lini belakang. Dalam sistem yang mengedepankan build-up dari bawah seperti yang diterapkan Alonso, kualitas ini menjadi kunci utama.


Konate: Opsi Tangguh yang Siap Naik Level

Ibrahima Konate melindungi bola dari Eberechi Eze di laga Liverpool vs Crystal Palace di Anfield, Minggu (25/05/2025) malam WIB. (AP/Jon Super)

Situasi Ibrahima Konate di Liverpool sedang menggantung. Bek asal Prancis itu dikabarkan menolak tawaran kontrak baru dari klub pada akhir pekan lalu. Negosiasi kini mandek karena permintaan gaji tetap yang lebih tinggi dari pihak pemain, sedangkan Liverpool enggan mengubah struktur upah yang ada.

Kondisi ini membuka peluang bagi klub-klub besar lain untuk masuk. Real Madrid termasuk yang memantau perkembangan ini dengan seksama mengingat Konate memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan, dan pengalaman di level tertinggi. Ia bisa menjadi solusi jangka panjang untuk pertahanan Madrid.

Lanjut Baca:

Dengan usia 26 tahun dan pengalaman bermain di Liga Champions, Konate bisa langsung bersaing memperebutkan posisi utama. Dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai 55 juta euro (sekitar Rp970 miliar), peluang transfer ini cukup realistis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya