Rias Bakal Betawi, Tata Rias Sederhana Menjelang Akad Nikah

Pengaruh budaya Arab terlihat pada bentuk mata dengan garis yang tegas. Terdapat sedikit garis menukik ke atas yang menyerupai mata khas perempuan Arab.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 01 Juli 2025, 21:00 WIB
Ilustrasi Meja Rias. (Foto: Minh Hoàng/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Rias bakal merupakan tata rias pengantin adat Betawi yang lebih sederhana daripada rias gede. Tata rias ini digunakan ketika mempelai akan melakukan akad nikah.

Mengutip dari laman Seni dan Budaya Betawi, tata rias ini memiliki ciri khas unik karena memadukan unsur-unsur etnik Arab, India, dan Tionghoa. Dalam pernikahan adat Betawi, rias bakal menjadi simbol keindahan dan keanggunan perempuan Betawi.

Pengaruh budaya Arab terlihat pada bentuk mata dengan garis yang tegas. Terdapat sedikit garis menukik ke atas yang menyerupai mata khas perempuan Arab.

Selain itu, pengaruh Arab dan India terlihat pada penggunaan henna pada tangan dan kaki. Pengaruh budaya India lainnya pada riasan ini adalah penggunaan perhiasan yang mencolok dan berlapis.

Sementara itu, pengaruh budaya Tionghoa terlihat pada pilihan warna cerah dalam busana rias bakal. Penggunaan sanggul yang tinggi lengkap dengan aksesori kembang goyang juga merupakan bentuk pengaruh budaya Tionghoa dalam rias bakal.

Sanggul yang berukuran tidak terlalu besar ini disebut sawi asin dengan buntut bebek. Hiasan sanggul menggunakan kembang goyang berjumlah sekitar 7-11 buah.

Mempelai perempuan mengenakan aksesori anting-anting, gelang listring, dan cincin belahan rotan di jari manis. Pada bagian dahi diberi tanda bulan sabit berwarna merah.

 

Tidak Sembarangan

Selama mengenakan rias bakal, pengantin akan mengenakan busana yang tidak sembarangan. Baju yang dikenakan memiliki karakteristik indah dan menawan.

Baju rias bakal berbahan sutra atau beludru dengan hiasan tabu atau tepi. Baju kurung ini juga diberi hiasan dada yang disebut lidah-lidah dan selendang yang disebut celamet. Adapun kain yang dikenakan berupa songket bermotif pucuk rebung atau tumpal.

Sementara itu, mempelai laki-laki mengenakan jas model Eropa. Bagian atasan mengenakan peci hitam tanpa hiasan, sedangkan bagian kaki mengenakan slop atau pantofel.

Usai prosesi akad nikah, biasanya acara pernikahan dilanjutkan dengan resepsi. Pada prosesi ini, rias bakal akan diganti dengan rias gede atau rias besar.

Penulis: Resla

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya