Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian penuh Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) pada tahun ini. Tol pertama di Provinsi Aceh ini akan menghubungkan langsung Kota Banda Aceh dengan Kabupaten Pidie, sekaligus mempercepat konektivitas di kawasan barat Sumatera.
Advertisement
Menteri PUPR Dody Hanggodo menyebut kehadiran jalan tol sangat dibutuhkan untuk mempercepat distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya transportasi, dan memicu lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan sekitar.
"Karena diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antarwilayah pada sektor logistik, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru," ujar Dody dikutip dari Antara, Selasa (24/6/2025).
Pembangunan Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74,2 kilometer dilaksanakan bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Hutama Karya (Persero), dan kini telah memasuki tahap akhir. Progres fisik keseluruhan telah mencapai 96,67 persen.
Jalan tol ini terbagi dalam enam seksi, lima di antaranya telah beroperasi:
- Seksi 2 Seulimeum–Jantho (6,26 km), beroperasi sejak 8 Maret 2022
- Seksi 3 Jantho–Indrapuri (16,37 km), beroperasi sejak 26 Februari 2021
- Seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang (14,60 km), beroperasi sejak 1 Juli 2020
- Seksi 5 Blang Bintang–Kuto Baro (7,3 km), sudah beroperasi
- Seksi 6 Kuto Baro–Simpang Baitussalam (5 km), jalan utama selesai 100%, tinggal menyelesaikan simpang susun Kutabaro (progres 87%)
- Sementara Seksi 1 Padang Tidji–Seulimeum sepanjang 24,67 km masih dalam tahap akhir konstruksi dengan progres fisik mencapai 99,46 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan gerbang tol, box culvert, dan overpass.
Dibangun Sejak 2018
Tol Sigli–Banda Aceh mulai dibangun sejak semester II tahun 2018, diawali dari ruas Indrapuri–Blang Bintang. Kehadiran tol ini diproyeksikan membawa dampak besar bagi konektivitas antarkawasan, khususnya dalam memperlancar distribusi hasil produksi dan membuka akses ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang terjangkau.
Setelah dua seksi terakhir rampung, Tol Sibanceh akan tersambung sepenuhnya pada 2025 dan menjadi penggerak utama mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di Aceh.
Tol ini juga menjadi bagian penting dari Jalan Tol Trans Sumatera, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pemerataan ekonomi dan percepatan pembangunan di wilayah barat Indonesia.