Liputan6.com, Jakarta Persib Bandung kembali mencatat sejarah unik dalam kiprah mereka di Liga 1 2025/2026. Untuk pertama kalinya sejak musim 2019, Maung Bandung bakal diperkuat oleh sepasang pemain kakak-beradik: Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa.
Kepastian ini datang usai Persib mengumumkan secara resmi perekrutan Al Hamra dari Persik Kediri pada Minggu, 22 Juni 2025. Sang adik menyusul jejak kakaknya, Rezaldi, yang akrab disapa Bule, yang terlebih dahulu berseragam Persib sejak Liga 1 2023/2024.
Advertisement
Momen langka ini menghidupkan kembali tradisi kekeluargaan yang pernah ada di tubuh Persib. Sebelumnya, duet bersaudara sempat mewarnai skuad Maung Bandung, seperti Gian Zola dan Beckham Putra Nugraha pada musim 2019.
Tradisi pemain kakak-adik di skuad Persib sudah terbangun jauh sebelumnya. Sebab, ada nama legendaris seperti Robby Darwis dan Roy Darwis (1993–1997), Yadi Mulyadi dan Dudi Sobandi (1993–1995), hingga Budiman dan Deden Suparhan (2002).
Emosi Hehanussa Bersaudara
Kembalinya tradisi itu disambut hangat oleh Hamra. Sebagai adik, ia tak bisa menyembunyikan perasaan bangga karena bisa satu tim dengan kakaknya. Dia senang bisa mengikuti jejak sang kakak di Persib Bandung.
“Main bareng Abang (Rezaldi Hehanussa) ini sudah menjadi harapan Hamra. Sejak kecil, kami ingin sekali bisa bermain di pertandingan untuk tim yang sama,” ujar Hamra kepada media resmi klub.
Meski sudah malang melintang di sepak bola nasional, bermain bersama kakak sendiri di klub sebesar Persib tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Apalagi, keduanya tumbuh dalam keluarga yang mencintai sepak bola.
Mimpi Kecil yang Jadi Nyata
Bagi Hamra, kepindahan ke Bandung bukan sekadar transfer biasa. Ini adalah jawaban dari harapan masa kecilnya. Bukan hanya mereka yang senang, akan tetapi kedua orang tuanya ikut merayakan transfer tersebut.
"Malahan enggak hanya Hamra, tapi orang tua dan bahkan keluarga besarnya juga sering membicarakan soal ini," kata eks pemain Persik Kediri.
Hamra tak datang ke Persib dengan tangan kosong. Bersama Persik Kediri, bek berusia 25 tahun itu tampil konsisten dalam tiga musim terakhir. Total 68 penampilan ia catatkan, lengkap dengan kontribusi 5 gol dan 3 assist dari lini belakang.
Statistik ini menunjukkan bahwa Hamra bukan hanya "adik dari Bule", tapi pemain berkualitas yang layak mendapatkan tempat di tim besar.
Bukan Sekadar Persaudaraan, tapi Prestadi
Meski kedekatan darah bisa jadi pemicu motivasi, Hamra menyadari bahwa lapangan hijau tetaplah panggung profesional. Kesempatan bermain, menurutnya, bukan ditentukan oleh hubungan keluarga, melainkan performa dan kepercayaan pelatih.
Mudah-mudahan akan ada kesempatannya kami bisa main bersama, membantu tim Persib untuk menang dan buat bangga semua orang," kata Hamra.
Bila duet kakak-adik ini mampu menjalin chemistry di atas lapangan seperti halnya ikatan mereka di luar lapangan, bukan tak mungkin Rezaldi dan Hamra akan menjadi simbol baru dari kekuatan keluarga di tubuh Persib Bandung.