5 Pemain Liverpool yang Paling Terpengaruh oleh Kedatangan Florian Wirtz

Liverpool kembali menunjukkan ambisi besar mereka di bursa transfer musim panas ini. The Reds memecahkan rekor klub dengan memboyong Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 24 Juni 2025, 16:30 WIB
Pemain Bayer Leverkusen, Florian Wirtz, tersenyum saat sesi latihan jelang laga melawan AC Milan pada laga Liga Champions. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool kembali menunjukkan ambisi besar mereka di bursa transfer musim panas ini. The Reds memecahkan rekor klub dengan memboyong Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen.

Wirtz dikenal sebagai gelandang kreatif dengan kualitas luar biasa di Bundesliga. Ia langsung digadang-gadang sebagai andalan baru di lini tengah Liverpool.

Arne Slot bahkan diprediksi akan mengubah sistem permainan demi mengakomodasi sang pemain baru. Peran Wirtz diperkirakan sangat sentral di musim depan.

Namun, kehadiran Wirtz juga menimbulkan efek domino bagi pemain lain. Beberapa nama bisa kehilangan tempat di starting XI atau bahkan terancam hengkang.

Siapa saja pemain Liverpool yang paling terpengaruh oleh transfer besar ini? Simak daftar lengkapnya berikut ini.


1. Dominik Szoboszlai

Gelandang asal Hongaria, Dominik Szoboszlai dilepas RB Leipzig ke Liverpool dengan nilai transfer 70 juta euro atau kini setara Rp1,2 triliun pada bursa transfer pemain musim 2023/2024 setelah dua setengah musim berseragam RB Leipzig usai didatangkan dari RB Salzburg pada tengah musim 2020/2021. Bersama Chelsea, ia masih terikat kontrak hingga akhir musim 2027/2028. (AFP/Kamil Krzaczynski)

Dominik Szoboszlai tampil impresif musim lalu dengan mencatatkan 3.421 menit bermain, terbanyak kelima di skuad Liverpool. Ia bermain sebagai gelandang serang yang mengandalkan mobilitas dan intensitas tinggi di lapangan.

Peran vital Szoboszlai terlihat jelas saat Liverpool sukses menjuarai liga berkat dominasi fisik mereka di lini tengah. Namun, kehadiran Florian Wirtz bisa mengancam posisinya, terutama saat Arne Slot memakai formasi dengan false nine.

Meski keduanya bisa dikombinasikan dalam skema khusus, pelatih baru Liverpool tampaknya ingin mengubah arah permainan tim. Fokus yang dulu pada kekuatan fisik kini mulai bergeser ke aspek teknikal dan kreativitas.


2. Curtis Jones

Kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, sukses menggagalkan tembakan Darwin Nunez dan Curtis Jones. Sementara empat algojo PSG berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. (AP Photo/Dave Thompson)

Curtis Jones sempat tampil sebagai bek kanan saat membela Inggris di bawah arahan Thomas Tuchel pada jeda internasional Juni lalu. Meski hanya solusi darurat, peran eksperimental ini memberi gambaran fleksibilitas yang dimiliki sang pemain.

Namun, di Liverpool, Jones tetap dinilai sebagai gelandang murni untuk musim 2025/2026. Musim lalu, ia tampil tak konsisten dan hanya menjadi starter di separuh laga dari seluruh kompetisi.

Slot kerap memilih Ryan Gravenberch dan Dominic Mac Allister untuk posisi lebih dalam, sementara Dominik Szoboszlai mengisi sektor menyerang. Dengan kedatangan Florian Wirtz, Jones harus segera menentukan tipe gelandang seperti apa yang ingin ia pertahankan agar tetap relevan di skuad utama.


3. Harvey Elliott

Pemain Liverpool, Harvey Elliott, meluapkan kekecewaan setelah ditaklukan Toulouse pada pekan ke-4 Grup E Liga Europa 2023/2024 di Stadium de Toulouse, Jumat (10/11/2023). The Reds kalah dengan skor 2-3. (AP Photo/Thibault Camus)

Harvey Elliott sempat menunjukkan potensi besar setelah tampil impresif di pramusim awal era Arne Slot. Ia tampak siap melangkah lebih jauh setelah tampil menjanjikan sebagai pelapis di era Jürgen Klopp.

Lanjut Baca:

Namun, langkahnya terhenti akibat cedera patah kaki yang diderita sebulan setelah musim dimulai. Slot menyebut cedera itu sebagai “kekecewaan besar” karena Elliott kesulitan kembali ke performa terbaik. Ia hanya mencatat delapan kontribusi gol dalam 28 laga dan memulai dari bangku cadangan di sebagian besar pertandingan. Dengan kehadiran Florian Wirtz, Elliott mengakui dirinya harus “merenung” agar tidak menyia-nyiakan tahun-tahun penting dalam kariernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya