Uang, Pasar Amerika, dan Gengsi: Inilah Daya Tarik Club World Cup 2025

Club World Cup 2025 tak hanya soal trofi. Dari hadiah fantastis hingga akses ke pasar AS, inilah alasan klub-klub besar berebut tampil.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 22 Juni 2025, 17:05 WIB
Trofi Club World Cup terlihat di pinggir lapangan selama laga Grup A antara Al Ahly dan Inter Miami di Miami, Florida (AP Photo/Lynne Sladky)

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia Antarklub 2025 digelar dengan format baru dan skala lebih besar, namun banyak kursi kosong terlihat di stadion. Lantas, mengapa klub-klub top tetap bersemangat?

Jawabannya bukan semata-mata soal sepakbola. Turnamen ini menghadirkan peluang komersial luar biasa bagi klub-klub Eropa dan dunia.

FIFA menjanjikan total hadiah senilai satu miliar dolar AS, dan setiap kemenangan di fase grup saja diganjar dua juta dolar. Namun, besaran uang hanyalah permukaan.

Turnamen ini membuka akses ke pasar Amerika Serikat yang sangat potensial. Inilah alasan utama mengapa klub-klub besar begitu serius menatap Club World Cup.


Klub Besar Berebut Panggung Global

Para pemain Real Madrid berpose untuk foto tim sebelum pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Al Hilal di Miami Gardens, Florida, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Sejak FIFA mengumumkan total hadiah fantastis pada Maret lalu, antusiasme peserta langsung melonjak. Pemenang turnamen bisa meraih hingga $125 juta hanya dalam waktu kurang dari sebulan.

Namun, bagi para petinggi klub, daya tarik sebenarnya adalah kesempatan untuk memperluas merek dan menjangkau pasar baru. Terutama di Amerika Serikat yang dinilai sebagai lahan emas bagi pertumbuhan komersial.

Nasser Al-Khelaifi, presiden PSG sekaligus ketua ECA, menyebut Club World Cup sebagai "kompetisi penting yang membawa manfaat nyata bagi klub-klub." Pandangan serupa juga disampaikan petinggi Manchester City dan Real Madrid.


Amerika Serikat, Pasar yang Menggiurkan

Para pemain Manchester City berpose sebelum pertandingan Grup G Piala Dunia Antarklub melawan Wydad Casablanca di Philadelphia, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Derik Hamilton)

Tidak semua penonton di AS menyambut hangat Club World Cup, tapi itu tak menyurutkan niat para peserta. Justru bagi klub-klub Eropa, ini adalah kesempatan menjangkau pasar bernilai tinggi.

Tim Crow, konsultan pemasaran olahraga, menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan menyenangkan fans lama, tapi merebut hati fans baru yang belum punya klub favorit.

Real Madrid menjadi contoh sukses klub yang sudah membangun merek kuat secara global. Di musim 2023-24, mereka meraih pendapatan komersial senilai 410 juta poundsterling.

Dengan eksposur luas di AS, klub-klub berharap menarik konsumen baru, menjual merchandise, dan menambah followers media sosial. Semua ini berujung pada peningkatan pendapatan jangka panjang.


Tiket ke Kelas Elite Sepakbola Dunia

Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino meresmikan trofi Piala Dunia Antarklub 2025 di Ruang Oval Gedung Putih pada 07 Maret 2025 di Washington, DC. Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026. (Anna Moneymaker/Getty Images/AFP)

Tak hanya uang dan pasar, Club World Cup juga dipandang sebagai panggung prestise. Masuk ke dalam daftar peserta saja sudah memberi nilai tambah citra klub.

Selain Real Madrid dan PSG, Manchester City pun menyatakan antusiasme tinggi atas keikutsertaan mereka. CEO Ferran Soriano menyebut turnamen ini "sangat dibutuhkan."

Sementara itu, presiden Real Madrid Florentino Perez menyebut Club World Cup sebagai kompetisi yang "indah" dan yakin akan menjadi sukses besar.


Investasi untuk Masa Depan

Igor Jesus dari Botafogo memberi isyarat saat ia meninggalkan lapangan setelah meraih kemenangan dalam pertandingan Grup B Piala Dunia Antarklub antara PSG dan Botafogo di Pasadena, California, Kamis, 19 Juni 2025. (AP Photo/Jae C. Hong)

Hugo Hensley dari Brand Finance menyebut ada tiga level eksposur yang ditawarkan turnamen ini: global, lokal, dan pasar AS. Semua punya potensi ekonomi jangka panjang.

Amerika Serikat jadi target utama bukan hanya karena ukurannya, tapi juga kekuatan daya beli masyarakatnya. Menurut Carling, AS adalah "pasar domestik terkaya di dunia."

Dengan banyaknya fans yang belum menentukan klub favorit, Club World Cup jadi momen penting untuk membentuk loyalitas baru. Termasuk kemungkinan pembelian merchandise dan langganan digital.

Meski belum jelas masa depan turnamen ini, para klub top tidak mau ketinggalan. Mereka tahu, ada lebih dari sekadar trofi yang diperebutkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya