Pembalap Keturunan Malang Bicara soal Pelatih Timnas Indonesia usai Tampil di Formula E Jakarta 2025

Pembalap Formula E keturunan Malang, Jawa Timur, Nyck de Vries, sempat berkomentar soal pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert selepas balapan di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol pada Sabtu (21/6/2025).

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 22 Juni 2025, 11:02 WIB
Nyck de Vries merupakan pembalap keturunan Indonesia yang ikut bersaing di Formula E Jakarta 2025, Sabtu (21/6/2025) lalu. Selepas balapan, dia sempat membicarakan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dengan awak media di lokasi. (AFP/Lluis Gene)

Liputan6.com, Jakarta Pembalap Mahindra Racing Nyck de Vries bicara soal pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert selepas penampilannya dalam ajang Formula E Jakarta 2025.

Sebagaimana diketahui, pria asal Belanda itu memang jadi sorotan publik Tanah Air sepanjang perhelatan di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, pada Sabtu (21/6/2025) lantaran dia memiliki darah keturunan Indonesia.

Kakeknya diakui merupakan orang Malang, Jawa Timur. De Vries, yang tampil di tanah leluhur pun sempat menunjukkan penampilan ciamik, sehingga nyaris mengarah pada podium.

Sang driver lama menghuni tiga besar bahkan berkali-kali saling salip dengan Jake Dennis dari Tim Andretti Formula E yang ketika itu masih memimpin perlombaan.

Sayangnya memasuki lap ke-23, pembalap berdarah Malang itu justru diganjar hukuman penalti 10 detik setelah melakukan manuver yang dicap membahayakan.

Tak lama setelahnya, De Vries terlihat merosot jauh ke belakang. Dia lantas memutuskan tak melanjutkan balapan sebab mengaku daya cengkeram remnya melemah.


Bahas Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, sempat diperbincangkan oleh pembalap Formula E keturnan Indonesia, Nyck de Vries, selepas balapan di Formula E Jakarta 2025, Sabtu (21/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Terlepas dari hasil tersebut, Nyck de Vries tetap menyambut baik pengalamannya tampil di hadapan pendukung Indonesia sepanjang akhir pekan.

Dalam wawancara selepas balapan, driver berdarah Jawa Timur itu bahkan ikut membahas kiprah pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Patrick Kluivert.

Sebelum menukangi skuad Garuda, De Vries mengaku sempat mengikuti perjalanan karier Kluivert, meski dia sejatinya masih kecil ketika sang pelatih bermain untuk Timnas Belanda.

Pembalap Mahindra Racing juga masih sedikit memantau kiprah anak-anaknya, terutama Justin Kluivert, yang pernah membela OGC Nice sebelum pindah haluan ke Bournemouth.

"Tentu saya tahu (Patrick Kluivert). Patrick sudah ada sesaat sebelum era saya. Saya kira, saya masih berumur 6 atau 7 tahun saat dia bermain di Timnas Belanda, jadi tentu saya ingat dia," ujar De Vries kepada awak media.

"Kemduian anak-anak (Patrick Kluivert) juga bermain (sepak bola). Salah satu dari mereka pernah bermain di Nice belum lama ini. Jadi ya, saya memang tahu dunia sepak bola, meski bukan spesialisnya," tambah dia.


Alihkan Perhatian ke Berlin

Sementara, posisi 3 dan empat masing-masing dihuni oleh Nyck De Vries (Mahindra Racing) dan Nick Cassidy (Jaguar TCS Racing). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Usai balapan di tanah leluhur, Nyck de Vries dan pembalap Formula E lainnya akan menatap persaingan di Berlin.

Driver keturunan Indonesia pun mengaku ingin mempersiapkan yang terbaik agar bisa mendapat poin di balapan-balapan selanjutnya.

"Rencana kami (untuk seri berikutnya) selalu sama. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan seri-seri terakhir sebaik mungkin. Kami akan melakukan yang kami bisa, menjalankan akhir pekan dengan baik, serta mencetak lebih banyak poin," tandas Nyck de Vries.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya