Juventus Usai Pesta di Washington: Soal Tudor, Vlahovic, dan Direktur Olahraga Masih Menggantung

Juventus sukses di Piala Dunia Antarklub dan memperpanjang kontrak Igor Tudor, tapi masih banyak masalah internal belum terselesaikan. Termasuk masa depan Vlahovic dan posisi direktur olahraga.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 21 Juni 2025, 02:23 WIB
Para pemain Juventus berpose untuk foto tim jelang pertandingan Grup G Piala Dunia Antarklub melawan Al Ain di Washington, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Nick Wass)

Liputan6.com, Jakarta Kemenangan besar atas Al-Ain 5-0 di laga pembuka Piala Dunia Antarklub 2025 seharusnya jadi alasan untuk berpesta. Namun di balik atmosfer positif dari Washington, Juventus justru membawa pulang sederet pekerjaan rumah ke Turin.

Klub kini harus bergerak cepat menyelesaikan sejumlah persoalan penting, mulai dari posisi direktur olahraga hingga masa depan sektor serang.

Konfirmasi perpanjangan kontrak Igor Tudor hingga 2027 memang memberi ketenangan di sisi teknis, apalagi usai sukses lolos ke Liga Champions musim depan.

Namun menurut laporan dari Italia, direktur umum Damien Comolli kini memikul tanggung jawab besar untuk menyelesaikan ketidakpastian struktural yang tertunda.

Sorotan pertama mengarah ke struktur manajemen klub. Juventus kini berjalan tanpa direktur olahraga tetap — sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di akhir bulan Juni.

Beberapa kandidat yang sebelumnya dipertimbangkan sudah lepas: Frederic Massara kembali ke Roma, Viktor Bezhani naik jabatan di Toulouse, dan Florent Ghisolfi menuju Sunderland.


Kursi Direktur Olahraga Masih Kosong, Siapa yang Layak?

Juventus menang 5-0 atas klub Uni Emirat Arab, Al Ain, dalam laga Grup G Piala Dunia Antarklub 2025 di Audi Field stadium, Washington, DC, Kamis (19/6/2025) dini hari WIB. (ROBERTO SCHMIDT / AFP)

Sejumlah nama masih tersisa dalam radar: Hasan Salihamidzic, Diego Lopez, Stefano Ottolini (Genoa), Javier Ribalta (AEK), Roberto Goretti (Fiorentina), Romain Modesto (Monza), hingga Pasquale Sensibile (PSG). Namun sejauh ini belum ada langkah konkret.

Comolli sendiri sebelumnya sudah menyatakan tak ingin buru-buru mengisi posisi ini. “Kami akan merekrut orang yang tepat, entah minggu depan atau bahkan September,” ujarnya saat presentasi.

Untuk sementara, Comolli bertindak ganda: mengatur strategi transfer dan menjalankan operasional harian, tugas yang biasanya jadi wewenang direktur olahraga.

Meski terdengar santai, Juventus butuh keputusan cepat untuk mengamankan masa depan, termasuk dalam urusan pemain yang kontraknya menggantung.


Kolo Muani, Conceicao, dan Vlahovic: Prioritas Segera

Andrea Cambiaso (kiri) dari Juventus dan Kodjo Fo-Doh Laba dari Al Ain berebut bola dalam pertandingan Grup G Piala Dunia Antarklub antara Al Ain dan Juventus di Washington, Rabu, 18 Juni 2025. (AP Photo/Nick Wass)

Tiga nama menonjol dalam daftar pekerjaan rumah Juventus: Randal Kolo Muani, Francisco Conceicao, dan Dusan Vlahovic. Ketiganya punya situasi yang belum jelas, terutama soal status permanen atau tidaknya mereka di skuad musim depan.

Kolo Muani dan Conceicao tampil mengesankan saat melawan Al-Ain, tetapi status mereka masih pemain pinjaman. Jika Juventus benar-benar menginginkan jasa mereka, harus ada negosiasi ulang dengan PSG dan Porto — entah perpanjangan pinjaman atau pembelian permanen.

Media Portugal, Record, bahkan menyebut Juventus sudah siap menebus klausul Conceicao senilai 30 juta euro sebelum tenggat 15 Juli.


Dusan Vlahovic Bikin Bingung

Dusan Vlahovic dari Juventus merayakan gol yang mengubah skor jadi 2-0 dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Udinese di Allianz Stadium, Minggu, 18 Mei 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Sementara itu, masa depan Vlahovic tetap menjadi teka-teki. Penyerang asal Serbia itu diwariskan ke Comolli dalam situasi kontrak hingga 2026, tanpa arah yang jelas dari manajemen sebelumnya.

Juventus kini dihadapkan pada tiga pilihan tegas: Memperpanjang kontrak, menjualnya, atau mempertahankan setahun lagi dengan segala risikonya.

Satu hal yang pasti, Juventus tak boleh terus berjalan dalam ketidakpastian. Para tifosi membutuhkan kepastian, karena hanya dengan fondasi yang jelas, impian untuk kembali merajai Italia dan Eropa bisa dibangun.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya