44 Warga Gaza Tewas dalam Serangan Israel, 22 Terbunuh saat Antre Bantuan Makanan

Lokasi mana saja yang menjadi titik serang dari tentara Israel?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 20 Juni 2025, 17:30 WIB
Meski bantuan bahan pangan mulai mengalir ke sejumlah wilayah di Gaza, setelah blokade total Israel sejak 2 Maret 2025, namun situasi kemanusiaan masih tetap memprihatinkan. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Sedikitnya 44 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara dan tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza pada Jumat (20/6/2025), termasuk 22 orang yang tewas saat mengantre bantuan makanan di dua pusat distribusi yang didukung Amerika Serikat.

Menurut pejabat medis dan saksi mata, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga yang tengah menunggu pembagian bantuan di sekitar persimpangan Netzarim, Gaza tengah. Rumah Sakit Al-Awda di kamp pengungsi Nuseirat melaporkan menerima 16 jenazah korban dari lokasi tersebut, serta lebih dari 100 orang luka-luka.

Di titik distribusi bantuan lain di sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan, serangan Israel menewaskan enam orang dan melukai puluhan lainnya, menurut laporan pejabat medis Palestina, dikutip dari laman Chinadailyasia, Jumat (20/6).

Tak hanya itu, di bagian lain Kota Gaza, serangan udara juga menghantam area padat penduduk seperti kamp pengungsi Al-Shati, permukiman Zeitoun, dan distrik Jalaa. Juru bicara Otoritas Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan sebanyak 22 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan di ketiga lokasi tersebut.

Militer Israel hingga saat ini belum memberikan komentar atas laporan tersebut.

Sejak dimulainya operasi militer besar-besaran Israel pada 18 Maret 2025, sedikitnya 5.401 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 18.000 lainnya luka-luka, menurut data terbaru otoritas kesehatan Gaza. Dengan bertambahnya korban, total angka kematian sejak konflik meletus pada Oktober 2023 kini telah mencapai 55.706 jiwa, dengan 130.101 orang terluka.

Bahan Bakar Akhirnya Masuk, Tapi Tak CukupDi tengah kehancuran, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa sekitar 280.000 liter bahan bakar berhasil dipindahkan ke area yang lebih mudah dijangkau di Gaza. Bahan bakar tersebut diambil dari stasiun Al Tahreer di Rafah dan dipindahkan ke Deir al-Balah.

Ini adalah pengiriman pertama setelah 110 hari blokade total bahan bakar ke Gaza.

“Meskipun ini memberi sedikit ruang bernapas, jumlahnya masih jauh dari cukup,” kata OCHA.

“Tanpa pasokan bahan bakar dari luar, layanan vital seperti rumah sakit, ambulans, penyulingan air, dan komunikasi akan lumpuh.”

 

Kekerasan di Tepi Barat: Pemukim Israel Tembak Warga Palestina

Pengunjuk rasa Palestina menghadapi pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, 18 Mei 2021. Pengunjuk rasa berdemonstrasi untuk mendukung mereka yang dibombardir di Gaza. (JAAFAR ASHTIYEH/AFP)

Kekerasan juga terjadi di Tepi Barat, di mana seorang pria Palestina tewas dan delapan lainnya terluka akibat tembakan pemukim Israel di kota Hebron. Korban tewas diidentifikasi sebagai Mohammed Ahmed Mahmoud al-Hur, 48 tahun.

Menurut Walikota Surif, Hazem Ghunaimat, insiden bermula ketika sekelompok pemukim yang dikawal tentara Israel menembakkan peluru tajam ke warga Palestina yang mencoba memadamkan api yang dibakar pemukim di tanah pertanian warga di daerah al-Qurainat.

Situasi kemanusiaan dan keamanan di wilayah Palestina terus memburuk di tengah ketegangan militer yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sementara masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan, korban sipil terus berjatuhan.

Infografis Bencana Kelaparan Mendera Warga Gaza. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya