Jejak Sanksi Doping di Sepak Bola Inggris: Dari Rio Ferdinand hingga Mykhailo Mudryk

Kasus dugaan pelanggaran doping kembali mengguncang sepak bola Inggris. Kali ini, sorotan tertuju pada winger Chelsea, Mykhailo Mudryk.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 20 Juni 2025, 15:31 WIB
Gelandang Chelsea, Mykhailo Mudryk mengontrol bola saat bertanding melawan Borussia Dortmund selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Jeramn, Kamis (16/2/2023). Dortmund menang atas Chelsea dengan skor tipis 1-0. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Kasus dugaan pelanggaran doping kembali mengguncang sepak bola Inggris. Kali ini, sorotan tertuju pada winger Chelsea, Mykhailo Mudryk.

FA secara resmi telah mengajukan dakwaan terhadap pemain asal Ukraina tersebut. Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi sanksi larangan bermain hingga empat tahun.

Ini bukan pertama kalinya Liga Inggris diguncang kasus doping pemain. Namun, potensi hukuman untuk Mudryk bisa jadi yang paling berat dalam sejarah Premier League.

Selama ini, sejumlah pemain ternama sempat tersandung kasus serupa. Dari Mark Bosnich hingga Kolo Toure, nama-nama besar tak luput dari sanksi keras FA.

Berikut delapan kasus doping paling dikenal yang pernah terjadi di sepak bola Inggris. Simak bagaimana akhir dari karier para pemain tersebut setelah dihantam skandal.


1. Chris Amstrong

Ilustrasi sepak bola (ERNESTO BENAVIDES / POOL / AFP)

Chris Armstrong menjadi pemain Premier League pertama yang gagal dalam tes doping usai terbukti mengonsumsi ganja pada Maret 1995. Ia dijatuhi sanksi larangan bermain selama empat pertandingan saat membela Crystal Palace.

Namun Armstrong mampu bangkit dan hijrah ke Tottenham Hotspur sebagai pengganti Jurgen Klinsmann. Bersama Spurs, ia mencetak 62 gol dalam 173 pertandingan.

Sayangnya, masalah narkoba kembali menghantuinya di kemudian hari. Ia ditangkap pada 2016 karena kepemilikan ganja, kokain, dan ekstasi, lalu lima tahun kemudian menjalani rehabilitasi akibat kecanduan.


2. Mark Bosnich

Mark Bosnich - Pemain yang berposisi sebagai kiper ini menjalani debut profesionalnya di Manchester United pada tahun 1990. Bosnich kemudian hengkang ke Aston Villa pada tahun 1992. Disana ia tampil apik sehingga membuat Setan Merah kembali merekrutnya pada 1999. (Foto:AFP/Gabriel Bouys)

Mark Bosnich dipecat oleh Chelsea setelah melanggar regulasi pengawasan doping FA. Ia dijatuhi larangan bermain selama sembilan bulan akibat insiden tersebut.

Hingga kini, mantan kiper asal Australia itu bersikeras bahwa minumannya telah dicampur zat terlarang saat sedang berpesta. Ia mengklaim tak pernah menyentuh narkoba sampai karier sepak bolanya benar-benar berakhir.

Setelah meninggalkan Stamford Bridge, Bosnich justru terjerumus dalam kecanduan kokain. Ia pun secara terbuka berbicara tentang perjuangannya melawan ketergantungan tersebut.


3. Rio Ferdinand

1. Rio Ferdinand (2002-2003) - Dari Leeds ke Manchester United dengan nilai transfer: 41,4 juta poundsterling. Nilai saat ini menurut data inflasi: 158,6 juta poundsterling. (AFP/Patrik Stollarz)

Perlu ditegaskan bahwa Rio Ferdinand tidak gagal dalam tes doping. Ia dijatuhi larangan bermain selama delapan bulan karena tidak hadir dalam tes tersebut.

Insiden itu terjadi pada September 2003, saat ia dipanggil untuk memberikan sampel di tempat latihan Manchester United, Carrington. Sebuah panel independen menyatakan Ferdinand bersalah karena pelanggaran aturan.

Lanjut Baca:

Akibatnya, ia absen hampir sepanjang musim 2003/2004 bersama MU dan tidak tampil di Euro 2004. Ia juga dikenai denda sebesar 50.000 pounds.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya