Rencana MU Juara Liga Inggris pada 2028 Dianggap Mimpi Oleh Legenda Sendiri

Manchester United mendapat sorotan tajam setelah rencana ambisius mereka untuk menjuarai Liga Inggris pada 2028 dianggap tak realistis oleh mantan striker andalannya, Teddy Sheringham.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 20 Juni 2025, 14:16 WIB
Pemain Manchester United (MU), Harry Maguire, Diogo Dalot, Andre Onana, dan Joshua Zirkzee, tampak lemas setelah gawang tim mereka dibobol Bournemouth dalam laga pekan 17 Premier League 2024/2025 di Old Trafford, Minggu (22/12/2024) malam WIB. MU kalah 0-3 dari Bournmouth di depan para pendukungnya. (Darren Staples / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United mendapat sorotan tajam setelah rencana ambisius mereka untuk menjuarai Liga Inggris pada 2028 dianggap tak realistis oleh mantan striker andalannya, Teddy Sheringham. Menurut Sheringham, visi tersebut hanyalah 'angan-angan belaka' di tengah krisis performa yang sedang dialami klub.

Pernyataan itu dilontarkan menyusul peluncuran Project 150 oleh CEO baru MU, Omar Berrada. Proyek tersebut dirancang sebagai upaya mengantar Setan Merah meraih gelar liga ke-21 bertepatan dengan perayaan 150 tahun berdirinya klub.

Namun, rencana tersebut terasa janggal, mengingat United baru saja mengakhiri musim lalu di posisi ke-15—catatan terburuk mereka sepanjang sejarah Premier League.

“Komentar Omar Berrada terasa seperti mimpi,” kata Sheringham, yang memperingatkan bahwa perubahan besar dalam klub seharusnya dimulai dari langkah-langkah kecil yang realistis.

Ia menegaskan bahwa terlalu percaya diri tanpa perbaikan yang nyata bisa menjadi bumerang. “Kalau kita melihat perkembangan kecil yang positif, barulah kita bisa optimistis memandang masa depan,” ujarnya.


Masa Depan Ruben Amorim Terancam

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim memberikan tepuk tangan setelah timnya kalah dari West Ham United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Tak hanya menyoroti manajemen, Sheringham juga mempertanyakan masa depan manajer Ruben Amorim. Menurutnya, jika Amorim mengawali musim 2025/2026 seburuk akhir musim lalu, posisinya sebagai manajer bisa langsung terancam.

“Tekanan sudah pasti akan sangat besar. Kalau Amorim tidak memperbaiki arah permainan sejak awal musim, hasilnya bisa ditebak,” ujarnya tegas.

United memang mencatat 18 kekalahan di liga musim lalu dan gagal lolos ke kompetisi Eropa—baru kedua kalinya dalam 35 tahun terakhir. Dalam kondisi seperti itu, Sheringham merasa optimisme manajemen terlalu jauh dari kenyataan.


PR Manchester United

Sir Jim Ratcliffe (tengah) sendiri merupakan miliarder Inggris yang lahir di Failsworth, Manchester. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya memang merupakan penggemear MU. (AFP/Valery Hache)

Sheringham menilai bahwa saat ini yang dibutuhkan Manchester United bukanlah slogan ambisius, melainkan kerja nyata untuk mengembalikan identitas dan kualitas klub seperti era keemasan mereka.

“Jujur saja, mereka masih jauh dari Manchester United yang dulu kita kenal,” pungkasnya.

Dengan tekanan yang menggunung dan sorotan tajam dari publik serta mantan pemain, jalan United menuju 2028 tampaknya akan sangat terjal, dan hanya performa konsisten yang bisa menjawab keraguan tersebut.

Sumber: Sky Bet

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya