Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada Kamis malam (19/6/2025). Kali ini letusan abu vulkanik mencapai hingga 800 meter di atas puncak.

oleh Hermawan ArifiantoDiperbarui 20 Juni 2025, 08:38 WIB
Gunung Semeru erupsi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter (Istimewa)

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada Kamis malam (19/6/2025). Kali ini letusan abu vulkanik Gunung Semeru mencapai hingga 800 meter di atas puncak.

Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

“Gunung Semeru erupsi pada pukul 20.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl), Jumat (20/6/2025).

Berdasarkan data petugas, Gunung yang berbatasan langsung antara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang itu erupsi sebanyak enam kali pada Kamis dengan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut.

Ia menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Infografis Riwayat Letusan Gunung Semeru. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya