Jack Grealish Hancurkan Kariernya Sendiri di Man City

Jack Grealish disebut gagal bersinar di Manchester City akibat masalah komitmen dan kedisiplinan. Kritik tajam datang dari Emmanuel Petit.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 19 Juni 2025, 02:59 WIB
Pemain Manchester City, Jack Grealish, tertunduk lesu setelah laga Crystal Palace dalam duel pekan ke-17 Liga Inggris 2023/2024 di Stadion Etihad, Sabtu (16/12/2023). Kali ini dua gol Man City dicetak oleh Jack Grealish (24') dan Rico Lewis (54'). Palace membalas di babak kedua melalui aksi Jean-Philippe Mateta (76') dan penalti Michael Olise (90+5'). (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Legenda sepak bola Prancis, Emmanuel Petit, mengkritik keras Jack Grealish atas penurunan performanya di Manchester City. Menurutnya, pemain berusia 29 tahun itu gagal menunjukkan kedisiplinan dan komitmen yang dibutuhkan di level tertinggi.

Grealish memang kesulitan menembus skuad utama City sepanjang musim 2024/25. Ia hanya mencatatkan tujuh penampilan sebagai starter di Premier League. Ketidakmampuannya tampil konsisten bahkan membuatnya dicoret dari skuad City untuk ajang Piala Dunia Antarklub.

Berbicara dalam wawancara terbaru, Petit menilai sikap Grealish setelah City meraih treble tahun lalu menjadi titik awal kemunduran kariernya. “Sejak City juara treble, perilakunya dalam perayaan dan soal alkohol terlalu berlebihan. Dia memang pantas dapat tempat di starting XI, tapi tidak menunjukkan komitmen untuk mempertahankannya,” kata Petit.


Gagal Tunjukkan Kedisiplinan, Karier Grealish Menurun

Reaksi tak puas pelatih Manchester City, Pep Guardiola kepada pemainnya, Jack Grealish usai ditahan imbang 0-0 Arsenal setelah berakhirnya laga pekan ke-30 Premier League 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (31/3/2024). (AP Photo/Dave Thompson)

Petit menilai bahwa meski Grealish memiliki kemampuan teknis tinggi, mentalitas dan kedisiplinannya tak sejalan dengan status sebagai pemain top. Hal inilah yang menurutnya membuat sang winger kehilangan kepercayaan dari Pep Guardiola dan juga Gareth Southgate di timnas Inggris.

“Dia kehilangan tempat di tim nasional dan kehilangan kepercayaan Guardiola. Anda harus menunjukkan kedisiplinan, dan saya rasa Grealish tidak melakukannya,” tegas Petit. “Dia punya talenta luar biasa, tapi kurang dewasa secara mental.”

Petit menambahkan bahwa di klub sebesar Manchester City, pemain harus menunjukkan dedikasi penuh untuk mempertahankan posisi mereka. Ia menyayangkan potensi besar yang dimiliki Grealish tidak dibarengi dengan sikap profesional yang konsisten.


Masa Depan Tak Pasti, Gagal Gabung Napoli karena Gaji

Gelandang Manchester City, Jack Grealish, coba melepaskan diri dari kawalan kapten Inter Milan, Marcelo Brozovic, pada laga final Liga Champions di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Minggu (11/6/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Emrah Gurel)

Setelah musim yang mengecewakan, masa depan Grealish di Etihad Stadium kini jadi tanda tanya besar. Ia disebut-sebut akan dilepas oleh Manchester City demi mencari menit bermain reguler di klub lain.

Salah satu klub yang sempat berminat adalah Napoli. Namun, proses negosiasi dengan raksasa Serie A itu terhambat oleh permintaan gaji Grealish yang dianggap terlalu tinggi. Hingga kini, belum ada kejelasan soal ke mana eks bintang Aston Villa itu akan melanjutkan kariernya.

Dengan usianya yang menginjak 29 tahun, Grealish menghadapi tekanan untuk segera membuktikan diri kembali. Jika tidak, ia berisiko kehilangan tempatnya sepenuhnya di level tertinggi, baik di klub maupun di timnas Inggris.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya