Realisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kota Gorontalo Baru Capai 11 Persen

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025 di Kota Gorontalo baru menyasar 11 persen siswa. Kritik muncul soal kualitas makanan dan distribusi tak tepat waktu.

oleh Arfandi IbrahimDiterbitkan 22 Juni 2025, 14:00 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Provinsi Gorontalo (Foto Diskominfotik)

Liputan6.com, Gorontalo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto baru terealisasi sekitar 11 persen di Kota Gorontalo, meskipun telah berjalan sejak awal tahun 2025.

Realisasi ini masih jauh dari harapan, mengingat program ini digagas sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah gizi dan menekan angka stunting di Indonesia.

Berdasarkan data yang diterima Liputan6.com, dari Januari hingga Mei 2025, baru 3.152 siswa dari total 28.398 siswa di 243 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP yang telah menerima manfaat program MBG.

Artinya, sekitar 89 persen siswa di Kota Gorontalo belum terlayani oleh program tersebut.

Sejumlah keluhan pun datang dari siswa dan orangtua juga mengemukakan terkait kualitas makanan yang disediakan. Porsi makan yang dianggap terlalu kecil dan kualitas buah seperti jeruk serta salak yang terasa asam dan kurang layak konsumsi menjadi sorotan.

Kondisi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan mutu dalam rantai distribusi makanan bergizi tersebut.

Selain itu, distribusi makanan kerap tidak tepat waktu. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa makanan disalurkan setelah jam istirahat sekolah, sehingga mengganggu proses belajar siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, membenarkan bahwa pelaksanaan program MBG di daerahnya masih terbatas.

“Programnya masih berjalan hingga kini, namun yang sudah terlayani baru sekitar 3 ribuan siswa dari total 28 ribuan lebih siswa di Kota Gorontalo,” ujarnya, Senin (16/6/2025).

Lukman berharap seluruh sekolah yang belum mendapatkan jatah program MBG untuk bersabar. Ia menyebut pihak Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program ini dapat menyentuh seluruh satuan pendidikan di Kota Gorontalo.

“Kami terus mendorong agar distribusi MBG bisa merata. Tujuan program ini sangat baik, tinggal bagaimana eksekusinya bisa lebih cepat dan berkualitas,” tambahnya.

Program MBG merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun dari APBN 2025. Namun, pelaksanaannya di lapangan belum maksimal, khususnya di wilayah Gorontalo.

MBG merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Fokus utama program ini adalah menekan angka stunting dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak setiap harinya, terutama di lingkungan sekolah.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keakuratan data, koordinasi lintas lembaga, serta pengawasan pelaksanaan di tingkat daerah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya