Ogah Kena 'United Tax', Sekarang MU Langsung Tebus Klausul Pemain Tanpa Ba-Bi-Bu

Manchester United resmi datangkan Matheus Cunha dengan membayar klausul pelepasan 62,5 juta pounds. Ini menjadi strategi baru MU untuk hindari "United Tax" di pasar transfer.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 18 Juni 2025, 02:00 WIB
Matheus Cunha resmi menjadi pemain Manchester United (Dok. MUFC Official)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United menuntaskan transfer pertama musim ini dengan mendatangkan Matheus Cunha dari Wolverhampton. The Red Devils membayar klausul pelepasan senilai 62.5 juta pounds untuk pemain Brasil tersebut.

Transfer ini mengingatkan pada pendekatan Ed Woodward yang lebih memilih target dengan klausul pelepasan jelas. Pada 2017, MU pernah tertarik pada Antoine Griezmann yang memiliki klausul 100 juta euro di Atletico Madrid.

Cunha dipandang cocok dengan sistem 3-4-3 pelatih baru Ruben Amorim. Pemain 25 tahun ini telah mencetak 27 gol dalam dua musim terakhir di Premier League.


Detail Transfer Cunha

Matheus Cunha resmi bergabung dengan Manchester United (Dok. MUFC)

MU membayar klausul pelepasan 62.5 juta pounds untuk mendapatkan Cunha. Negosiasi hanya fokus pada struktur pembayaran, dengan Wolves meminta dibayar dalam dua tahun.

Transfer ini diselesaikan pada 1 Juni, hari pertama bursa transfer khusus sebelum Club World Cup. Kesederhanaan proses ini mirip dengan pendekatan yang diinginkan Woodward dulu.

Cunha berperan sebagai inside forward di sistem 3-4-3 Wolves, posisi yang juga akan diembannya di MU. Pemain ini memiliki pengalaman dan produktivitas di Premier League.


Masalah United Tax

Pemain Manchester United, Marcus Rashford merayakan gol bersama Jadon Sancho setelah mencetak gol ke gawang Leicester City pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Minggu (19/2/2023). Kemenangan ini membuat MU mengumpulkan 49 poin atau hanya tertinggal tiga angka dari Man City yang ada di peringkat ke-2. (AP Photo/Dave Thompson)

MU sering menghadapi "United Tax", yaitu premi harga yang dikenakan klub lain. Mantan direktur sepakbola John Murtough sering menyebutkan masalah ini.

Contoh nyata adalah transfer Rasmus Hojlund. MU akhirnya membayar 70 juta pounds plus add-ons untuk pemain yang awalnya dihargai 40 juta pounds. Antony dan Casemiro juga dibeli dengan harga tinggi.

Newcastle menghadapi masalah serupa dengan "Saudi Tax" karena kepemilikan PIF. Klub-klub kaya sering mendapat harga lebih mahal.


Perubahan Kebijakan Transfer

Penyerang Manchester United, Rasmus Hojlund, mencetak satu gol dan membantu timnya menang 4-1 atas Athletic Bilbao pada laga leg kedua semifinal Liga Europa di Old Trafford, Jumat (9/5/2025) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat MU menang agregat 7-1 dan lolos ke final. (AP Photo/Dave Thompson)

Di bawah Omar Berrada, MU mulai menerapkan disiplin finansial. Mereka mundur dari negosiasi Jarrad Branthwaite musim lalu karena harga dinilai terlalu tinggi.

Berrada, yang sebelumnya bekerja di Manchester City, terbiasa meninggalkan target jika harga tidak wajar. MU kini memiliki ruang finansial yang cukup bebas setelah pemotongan gaji.

Target lain seperti Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Eberechi Eze sedang dipantau, tapi MU akan tetap pada "price point" yang ditetapkan.


Tantangan ke Depan

Transfer Cunha menunjukkan perubahan pendekatan MU di bursa transfer. Mereka kini lebih memilih target dengan klausul pelepasan jelas.

Tantangan akan datang saat MU harus bernegosiasi untuk pemain tanpa klausul pelepasan. Disiplin finansial akan diuji di tengah tekanan untuk kembali kompetitif.

Dengan tidak bermain di Eropa musim depan, MU harus berhati-hati dalam pengeluaran. Transfer Cunha mungkin menjadi penanda era baru dalam rekrutmen Setan Merah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya