Papua Jadi Kunci Indonesia Bebas Malaria 2030, Ini Strategi Menkes Budi

93 persen kasus malaria di Papua, Bila kasus malaria di Papua berhasil ditangani maka Indonesia bisa bebas dari penyakit yang disebarkan oleh nyamuk itu.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 18 Juni 2025, 10:00 WIB
Menkes Budi mengatakan lebih dari 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua. (Foto: Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Bali Tantangan terberat mengeliminasi kasus malaria masih di Indonesia ada di Papua. Bila kasus malaria di Papua berhasil ditangani maka Indonesia bisa bebas dari penyakit itu.

“Kalau kita bisa selesaikan malaria di Papua, maka kita bisa selesaikan malaria di seluruh Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 di Bali, Selasa, 17 Juni 2025.

Sebenarnya, sudah 476 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia (79 persen) telah mencapai status eliminasi malaria. Namun, lebih dari 93 persen beban kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di Papua. Wilayah tersebut yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan aksesibilitas yang kompleks.

Upaya Nol Kasus Malaria di Papua

Budi mengatakan untuk menekan hingga nol kasus malaria ada beberapa strategi dijalankan.

Pertama, pencegahan berbasis lingkungan guna mengurangi habitat nyamuk pembawa malaria.

Kedua, perlindungan masyarakat melalui distribusi kelambu berinsektisida.

“Dengan bantuan dari Global Fund, sebanyak 3,3 juta kelambu telah kami distribusikan ke masyarakat secara rutin. Ini bagian penting dari pencegahan,” jelas Menkes Budi mengutip keterangan tertulis Kemenkes.

 

Pemberian Obat Pencegahan Malaria

Ketiga, inovasi melalui Mass Drug Administration (MDA) atau pemberian obat pencegahan malaria secara massal di suatu wilayah.

Uji coba MDA yang telah dilakukan di dua kota menunjukkan penurunan insiden malaria hingga 50 persen. Namun, pelaksanaan program ini membutuhkan biaya tinggi sehingga saat ini sedang dievaluasi dari segi efisiensi dan keberlanjutannya.

Keempat, Budi memastikan bahwa pengobatan tersedia secara luas. Ia menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengobatan cepat bagi siapa pun yang terinfeksi malaria.

 

Gandeng Papua Nugini

Kelima, Budi juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dalam upaya eliminasi. Hal ini mengingat nyamuk pembawa malaria tidak mengenal batas wilayah administratif.

Oleh karena itu, dua kesepakatan penting akan dicapai dalam forum ini. Pertama, komitmen seluruh gubernur di Papua untuk mengejar target eliminasi malaria pada 2030.

“Kedua, kami juga menandatangani joint action plan dengan pemerintah Papua Nugini, karena kita berada di satu daratan. Ini dua hal yang kami harapkan bisa menjadi hasil konkret dari pertemuan ini,” tutur Menkes Budi.

Ia pun yakin dengan strategi yang ada bisa mencapai eliminasi malaria pada 2030.

“WHO menargetkan eliminasi malaria secara global pada 2030. Untuk Indonesia, tantangan utamanya memang ada di Papua. Tapi dengan strategi yang tepat dan dukungan lintas sektor, saya yakin kita bisa mencapainya,” kata Budi.

 

Angka Kematian Akibat Malaria Tinggi

 Malaria merupakan salah satu dari empat penyakit menular utama yang ditularkan oleh nyamuk, selain demam berdarah, Japanese encephalitis, dan chikungunya.

Angka kematian akibat malaria di Indonesia berkisar sekitar 130 kasus per tahun, penyakit ini tetap menjadi penyebab kematian tertinggi dibandingkan tiga penyakit tersebut.

 

Infografis Heboh Pelepasan Nyamuk Wolbachia Tekan Kasus DBD. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya