Dari Real Madrid Kita Belajar, Mengambil Pemain PSG Itu Tidak Mudah

Real Madrid sempat sibuk mencari bek tengah baru musim lalu. Cedera beruntun membuat stok di lini belakang mereka menipis.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 17 Juni 2025, 23:09 WIB
Willian Pacho (kiri) dari Paris Saint-Germain (PSG) dan Julian Alvarez dari Atletico Madrid berduel di udara untuk memperebutkan bola selama pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia Antarklub antara PSG dan Atletico Madrid di Pasadena, California, Minggu, 15 Juni 2025. (AP Photo/Jae Hong)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid sempat sibuk mencari bek tengah baru musim lalu. Cedera beruntun membuat stok di lini belakang mereka menipis dan bursa Januari 2025 jadi opsi penting. Beberapa nama muncul, tapi satu yang cukup mencuri perhatian: Willian Pacho dari PSG.

Pacho, yang kala itu tampil solid bersama klub ibu kota Prancis, dilaporkan masuk radar Madrid. Penampilan bek asal Ekuador itu kabarnya membuat tim pemandu bakat Los Blancos tertarik. Namun, seperti biasa, mendatangkan pemain dari PSG bukan urusan mudah.

Kini, setelah isu itu mereda, pelatih PSG Luis Enrique buka suara. Komentarnya singkat, tapi menyiratkan banyak hal tentang gejolak transfer antara dua klub besar Eropa tersebut.


Madrid Sempat Serius kejar Pacho

Bek Real Madrid David Alaba. (ANDER GILLENEA / AFP)

Pada November 2024, Real Madrid tengah dilanda krisis bek tengah. Nama-nama seperti Eder Militao dan David Alaba menepi karena cedera jangka panjang. Situasi itu memaksa klub mempertimbangkan pembelian bek baru saat jendela musim dingin dibuka.

Willian Pacho masuk dalam daftar kandidat. Bek berusia 23 tahun itu dianggap punya potensi besar dan sudah tampil reguler di level tinggi. Laporan dari Spanyol mengatakan bahwa performa Pacho mencuri perhatian tim pencari bakat Madrid.

Meski belum ada tawaran resmi, ketertarikan itu cukup serius di internal klub. Namun, langkah mereka pada akhirnya berbelok ke arah lain karena kendala negosiasi yang tidak kunjung jelas.


PSG Tutup Pintu, Madrid Putar Arah

Bek Paris Saint-Germain, Willian Pacho (kiri) dan Warren Zaire-Emery merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions 2024/2025 melawan Aston Villa di stadion Parc des Princes, Paris, 9 April 2025 atau Kamis (10/04/2025) dini hari WIB. (FRANCK FIFE/AFP)

Pacho memiliki kontrak jangka panjang di Paris hingga tahun 2029. Dengan masa depan yang masih panjang, PSG berada dalam posisi kuat untuk menolak pendekatan klub lain. Terlebih lagi, Real Madrid adalah pesaing langsung dalam kancah Liga Champions.

PSG enggan melepas pemain pentingnya ke sesama raksasa Eropa. Mereka menolak membuka negosiasi dan tak satu pun pembicaraan konkret terjadi antara kedua klub. Skenario transfer itu pun perlahan sirna.

Real Madrid akhirnya memilih jalan lain: merekrut Dean Huijsen dari Bournemouth. Transfer ini dinilai lebih cocok secara anggaran dan proyek jangka panjang, apalagi harga Huijsen jauh lebih terjangkau dibanding Pacho, yang rumornya bisa bernilai lebih dari €50 juta (sekitar Rp875 miliar).

Lanjut Baca:

Setelah kemenangan telak 4-0 atas Atletico Madrid pada laga pertama mereka di Piala Dunia Antarklub 2025, Luis Enrique ditanya soal isu lama antara Pacho dan Real Madrid. Ia menanggapinya dengan senyum santai dan pernyataan menohok. “Wajar saja kalau mereka menginginkan semua pemain kami,” ucap Enrique sambil tersenyum, seperti dikutip dari Mundo Deportivo. Namun, tidak mudah mengambil pemain dari Paris Saint-Germain.” Komentarnya terdengar ringan, tapi memberi pesan jelas: PSG tidak akan menyerah begitu saja. Klub itu ingin mempertahankan skuad terbaiknya, bahkan jika yang datang adalah klub sebesar Real Madrid.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya