Liputan6.com, Yogyakarta - Wulan Noviani Dosen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyikapi meningkatnya pelanggaran etika profesi di sektor kesehatan dengan melakukan pengabdian berupa sosialisasi profesional dan etika profesi dalam praktik keperawatan pada (30/05) lalu di UMY. Sosialisasi nilai profesional ini merupakan langkah nyata dari FKIK UMY dalam mengedukasi mahasiswa keperawatan yang kedepannya akan terjun langsung di dunia praktik kesehatan.
“Beberapa pelanggaran etika profesi yang akhir–akhir ini muncul di media sosial disebabkan karena kurangnya pemberian fondasi terkait dengan dasar nilai–nilai profesional. Dimana dasar nilai tersebut akan membentuk nilai atau sikap profesional seorang perawat yang sesuai dengan standar praktik,” tegas Wulan saat diwawancarai di Gedung Siti Walidah UMY Selasa 10 Juni 2025.
Advertisement
Sosialisasi nilai profesional ini juga melibatkan organisasi Morse FKIK UMY ini menjadi tindak lanjut dari penelitian dan pengabdian yang sempat dilakukan oleh Wulan pada awal tahun 2025 lalu di Malaysia. “Merujuk dari hasil dan evaluasi pengabdian, sosialisasi nilai profesional menjadi penting untuk dilakukan guna menekankan nilai, norma, perilaku guna menanamkan identitas profesi yang kuat kepada 115 peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 2 UMY dan delapan sisanya berasal dari Universiti Malaya, Malaysia,” ungkap Wulan.
Agar berkontribusi efektif di lingkungan klinik Wulan menekankan pentingnya skill adaptasi sebagai salah satu bentuk profesional sebagai seorang perawat. Skill adaptasi dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk mengangkat jati diri seorang perawat di mata dunia. “Sehingga, seorang perawat harus independen atau mandiri, cakap secara pengetahuan, dan unggul dalam hal teknologi. Sebab , saat ini tuntutan seorang perawat menjadi sangat kompleks dan dinamis. Apabila seorang perawat tidak menjadi pembelajar yang adaptif, maka jelas bisa tertinggal. Hal ini juga menjadi penekanan yang kami berikan pada saat sosialisasi,” tambah Dosen Keperawatan UMY ini.
Menerapkan nilai profesional ini Wulan meyakini saat seorang perawat lulusan UMY dapat menunjukkan jati dirinya, maka public image seorang perawat akan menjadi lebih baik. Untuk menciptakan public image yang baik seorang perawat harus memiliki komunikasi yang efektif, kesopanan, dan keramahan.
“Sosialisasi ini menggunakan metode pair learning, sehingga memungkinkan bagi peserta untuk belajar tentang skill komunikasi, etika profesi, dan prospek kerja ke depan bagi seorang perawat. Pembelajaran ini dilakukan dengan teman sebayanya yang dipandu oleh Morse FKIK UMY sebagai fasilitator, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan,” ujarnya.