Turunkan Ekspektasi, Target Realistis Manchester United Musim Depan Hanya Top 6

Rio Ferdinand menyarankan Manchester United untuk realistis dengan target finis di posisi 6–8 musim depan, menyusul musim buruk mereka di 2024/2025.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 16 Juni 2025, 02:39 WIB
Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund melakukan selebrasi setelah mencetak gol kemenangan timnya atas Brentford pada laga lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (19/10/2024). (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United menutup musim 2024/2025 dengan hasil mengecewakan yang memaksa mereka menatap ulang realitas. Finish di peringkat ke-15 Premier League tanpa satu pun trofi membuat musim itu dicatat sebagai salah satu periode tergelap dalam sejarah modern klub.

Di tengah ketidakpastian, manajemen memilih memberi kepercayaan penuh kepada Ruben Amorim, pelatih yang menggantikan Erik ten Hag sejak November. Meskipun minim waktu dan sumber daya, Amorim dianggap layak diberi kesempatan penuh membangun tim versinya sendiri.

Legenda klub, Rio Ferdinand, ikut angkat bicara. Menurutnya, United tidak lagi berada dalam posisi untuk membicarakan gelar. Ia menyarankan eks klubnya untuk menurunkan target menjadi sekadar lolos ke kompetisi Eropa.


United Butuh Realisme, Bukan Mimpi

Bruno Fernandes (kiri) menghampiri Alejandro Garnacho setelah pemain Manchester United (MU) itu mencetak gol ke gawang Leicester City pada pekan 11 Liga Inggris 2024/2025, Minggu (10/11/2024) malam WIB di Old Trafford. (Darren Staples / AFP)

Rio Ferdinand, berbicara kepada Mirror Football, menegaskan bahwa fans dan manajemen United harus berpikir realistis setelah musim buruk yang baru berlalu. “Kalau musim ini finis di posisi ke-15, musim depan United harusnya menargetkan finis minimal di posisi delapan besar, syukur-syukur enam besar,” katanya.

Ferdinand mengakui bahwa ucapan itu terasa pahit bagi dirinya yang dulu hanya mengenal kata ‘juara’ saat masih aktif bermain. Namun, ia menekankan bahwa kenyataan yang ada sekarang menuntut klub untuk menyesuaikan ekspektasi.

Eks bek tengah itu juga menyindir rencana “Project 150” milik Sir Jim Ratcliffe yang dianggapnya terlalu ambisius dalam situasi sekarang. Target untuk menjuarai Premier League pada 2028 dinilai masih terlalu jauh dari kenyataan di lapangan.


Amorim Dapat Dukungan, Tapi Jalan Masih Panjang

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim tertunduk lesu setelah timnya kalah dari West Ham United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)

Meskipun gagal memperbaiki performa United dalam waktu singkat, Ruben Amorim tetap mendapat dukungan dari manajemen. Pelatih asal Portugal itu datang dengan warisan skuad tambal sulam yang diwarisi dari era Erik ten Hag.

Minimnya dana transfer Januari lalu, ditambah kekhawatiran pelanggaran aturan PSR (Profit & Sustainability Rules), membuat Amorim hanya bisa merekrut Patrick Dorgu dari Lecce dan pemain muda Ayden Heaven dari Arsenal. Namun, awal musim panas ini, United telah mengucurkan dana £62,5 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha dari Wolves — sinyal bahwa proyek Amorim benar-benar dimulai.

Ferdinand percaya, jika Amorim mendapat pemain yang sesuai dengan sistemnya, maka target masuk enam besar bukan hal mustahil. Tapi ia juga mengingatkan bahwa kebangkitan seperti era Sir Alex Ferguson membutuhkan waktu, bukan janji instan.


Masa Depan Dimulai dari Fondasi

Gelandang Manchester United asal Argentina #17, Alejandro Garnacho, bereaksi selama pertandingan Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan Glasgow Rangers di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (24-1-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Manchester United kini berada di persimpangan. Setelah gagal total musim lalu, klub harus membangun ulang secara perlahan namun pasti. Ferdinand meyakini bahwa kebangkitan tidak datang dari ekspektasi tinggi, melainkan dari stabilitas, perencanaan yang realistis, dan eksekusi jangka panjang.

Amorim butuh waktu dan dukungan, bukan tekanan untuk segera juara. Jalan panjang United kembali ke papan atas dimulai dari langkah kecil, dan seperti yang dikatakan Ferdinand: “Itu adalah kenyataan baru yang harus diterima semua pihak.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya