Jejak Argentina di Real Madrid: Dari Rocha, Redondo, Tokoh Kunci La Decima, hingga Mastantuono

Dengan kemampuan yang menonjol sejak membela River Plate, Real Madrid tak ragu memboyongnya ke Santiago Bernabeu.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 14 Juni 2025, 09:51 WIB
Franco Mastantuono (kiri) dari Argentina berlatih jelang kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Chile, di Asosiasi Sepak Bola Argentina di Buenos Aires, Argentina, Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Gustavo Garello)

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid kembali menambatkan harapan pada talenta muda Argentina. Setelah proses negosiasi yang memakan waktu, Los Blancos resmi merekrut Franco Mastantuono dari River Plate. Meski baru akan gabung usai memperkuat River Plate di Piala Dunia Antarklub, namanya sudah masuk dalam catatan bersejarah klub.

Pemain berusia 17 tahun ini menjadi rekrutan utama Madrid pada bursa transfer musim panas 2025. Dengan kemampuan yang menonjol sejak membela River Plate, Real Madrid tak ragu memboyongnya ke Santiago Bernabeu. Ini bukan sekadar pembelian pemain, tapi juga investasi jangka panjang.

Mastantuono bergabung dalam deretan pemain Argentina yang pernah berseragam Real Madrid. Ia akan menjadi pemain Argentina ke-25 yang memperkuat klub ibu kota Spanyol itu. Dari masa ke masa, jejak Argentina di Madrid memang tak pernah pudar.


Dari Rocha ke Redondo, Kini Giliran Mastantuono

Fernando Redondo (AFP)

Manuel Rocha menjadi pemain Argentina pertama yang membela Real Madrid pada tahun 1947. Meski hanya semusim, kehadirannya membuka jalan bagi gelombang pesepak bola asal Argentina lainnya. Sejak saat itu, Madrid terus bersentuhan dengan gaya bermain khas Amerika Selatan itu.

Nama-nama besar seperti Oscar Ruggeri, Fernando Redondo, hingga Esteban Cambiasso turut mencatatkan sejarah. Redondo bahkan dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Madrid. Para pendahulu ini menjadi inspirasi besar bagi Mastantuono.

Kini, Mastantuono datang membawa harapan untuk mengukir kisah serupa. Dengan usia muda dan bakat yang mentah, jalan panjang terbentang di depannya. Madrid percaya, ia mampu memberi kontribusi nyata seperti para seniornya terdahulu.


Solari, Valdano, Higuain, Di Maria

Selebrasi gol gelandang Real Madrid asal Argentina Angel Di Maria ke gawang Real Zaragoza dalam lanjutan La Liga yang digelar di La Romareda Stadium, 12 Desemebr 2010. Madrid unggul 3-1. AFP PHOTO / JAVIER SORIANO.

Real Madrid punya sejarah manis dengan para pemain Argentina, termasuk yang kemudian menjadi pelatih. Santiago Solari contohnya, sempat menjadi bagian dari skuad Galacticos sebelum naik jabatan sebagai pelatih tim utama. Jejak semacam ini memperkuat ikatan emosional antara Madrid dan Argentina.

Jorge Valdano juga menjadi ikon lain dari negeri Tango. Ia tampil gemilang pada musim debutnya bersama Madrid dan menjadi top skor klub saat itu. Meski rekornya akhirnya dilampaui, posisinya dalam sejarah klub tetap kuat.

Lanjut Baca:

Gonzalo Higuain dan Angel Di Maria menambah daftar panjang pesona Argentina di Bernabeu. Di Maria bahkan menjadi tokoh kunci di balik kemenangan 'La Decima' yang begitu bersejarah. Bagi Mastantuono, nama-nama ini adalah bayang-bayang sekaligus peta jalan untuk kariernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya