Disdikbud Kukar Serukan Penerapan Bahasa Indonesia di Setiap Lini Kehidupan

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Joko Sampurno menyerukan agar menjaga marwah Bahasa Indonesia.

oleh FachriDiterbitkan 13 Juni 2025, 20:15 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Kukar Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Joko Sampurno menyerukan agar menjaga marwah Bahasa Indonesia. Ia menyebut, hal tersebut menyangkut pada identitas dan kebanggaan nasional.

Joko menegaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu diterapkan secara konsisten di semua lini kehidupan, mulai dari ruang publik, institusi pendidikan, pemerintahan, hingga dunia usaha.

"Kami ingin memastikan bahasa Indonesia tetap menjadi yang utama, khususnya dalam surat-menyurat resmi dan komunikasi publik. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari upaya menjaga jati diri bangsa," tegasnya.

Joko menilai, posisi strategis Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus terus diperkuat.

Ia bahkan membandingkan dengan beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Singapura yang tidak memiliki satu bahasa nasional yang tunggal secara konstitusional, sehingga penggunaan bahasa di sana lebih bercampur dan tidak seragam.

"Sebagai bangsa besar, kita justru patut bersyukur karena memiliki bahasa pemersatu yang jelas, yaitu bahasa Indonesia. Ini adalah modal sosial yang tidak dimiliki semua negara," ujar Joko.

Ia pun menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, mulai dari di media sosial, hingga lingkungan kerja.

"Penggunaan bahasa asing tidak menjadi masalah jika dilakukan secara tepat dan proporsional. Namun, akan menjadi ancaman apabila mulai mengikis kebanggaan terhadap bahasa ibu," ujar Joko.

"Menjadi warga dunia bukan berarti harus meninggalkan bahasa ibu. Justru kita perlu menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain tanpa kehilangan identitas budaya dan bahasanya," jelasnya.

Gandeng Guru Jadi Ujung Tombak

Sebagai bentuk nyata, Disdikbud Kukar aktif menggandeng para guru untuk menjadi ujung tombak dalam pembinaan bahasa Indonesia di sekolah. Joko menyebut bahwa guru memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan kemampuan berbahasa peserta didik sejak dini.

"Kami dorong para guru agar menyampaikan materi pembelajaran dengan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah dan perkembangan terbaru. Ini juga sejalan dengan program pembinaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek," sebutnya.

Joko juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terbawa arus tren penggunaan bahasa asing secara berlebihan. Menurutnya, tren semacam itu harus disikapi secara bijak agar tidak berujung pada terpinggirkannya bahasa Indonesia di ruang-ruang publik sendiri.

"Kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia. Jangan biarkan intervensi bahasa asing mengikis rasa percaya diri kita. Bahasa adalah kekuatan budaya, dan kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya," ucapnya.

Sebagai informasi, program pembinaan selaras dengan agenda nasional yang tertuang dalam Grand Design Pembinaan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek, di mana penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar menjadi bagian dari penguatan literasi budaya dan karakter bangsa.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya