Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur akhirnya menemukan nahkoda baru. Klub asal London Utara itu menunjuk Thomas Frank sebagai pelatih kepala menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat awal bulan ini.
Pelatih asal Denmark itu menandatangani kontrak hingga 2028, menandai era baru bagi Spurs usai mengangkat trofi Liga Europa pada Mei lalu. Meski sukses secara kontinental, performa domestik klub justru mengecewakan sepanjang musim.
Advertisement
Frank datang dengan reputasi kuat setelah sukses membawa Brentford promosi dan bertahan di Premier League. Ia akan menjadi pelatih tetap ke-13 sejak Daniel Levy memimpin klub sebagai chairman.
Kiprah Gemilang Thomas Frank di Brentford
Frank menghabiskan tujuh tahun bersama Brentford dan berhasil membawa klub tersebut dari divisi Championship ke Premier League pada 2021. Di bawah arahannya, The Bees mencatatkan dua finis sepuluh besar dalam tiga musim terakhir.
Transformasi Brentford menjadi tim papan tengah Premier League membuat nama Frank semakin diperhitungkan. Ia dikenal mampu memaksimalkan potensi tim dengan sumber daya terbatas.
Kepindahannya ke Tottenham menandai pencapaian besar lain dalam kariernya. Spurs harus merogoh kocek sekitar £10 juta, menjadikannya biaya terbesar yang pernah mereka keluarkan untuk merekrut seorang manajer.
Tantangan Baru dan Misi di Liga Champions
Frank menggantikan Postecoglou yang dipecat meski sukses membawa Tottenham juara Liga Europa. Klub menutup musim dengan duduk di posisi ke-17 Liga Inggris, terpaut tujuh peringkat dan 18 poin di bawah Brentford.
Meski begitu, kemenangan atas Manchester United di final Liga Europa mengantar Spurs ke Liga Champions musim depan. Ini akan menjadi pengalaman pertama Frank menangani tim di kompetisi besar Eropa.
Sebelumnya, Frank pernah membawa Brondby lolos ke babak kualifikasi Liga Europa pada musim 2013/14 dan 2014/15. Namun, timnya gagal mencapai fase grup pada kedua kesempatan tersebut.