Lima Tahun Climate Solutions Partnership, Dorong Dekarbonisasi Industri dan Kolaborasi di Indonesia

Dekarbonisasi industri menjadi kunci untuk mencapai target iklim nasional sekaligus membuka peluang kerja hijau di pasar global.

oleh Tim RegionalDiperbarui 13 Juni 2025, 09:50 WIB
WRI Indonesia, WWF-Indonesia, dan PT Bank HSBC Indonesia membagikan capaian kolaborasi mereka selama lima tahun melalui program Climate Solutions Partnership (CSP).

Liputan6.com, Jakarta - WRI Indonesia, WWF-Indonesia, dan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) membagikan capaian kolaborasi mereka selama lima tahun melalui program Climate Solutions Partnership (CSP).

Program ini bertujuan untuk mendorong adopsi efisiensi energi dan energi terbarukan di Indonesia, khususnya di sektor industri dan komersial.

Sektor industri memegang peranan krusial karena menyumbang sekitar 34% emisi nasional. Oleh karena itu, dekarbonisasi industri menjadi kunci untuk mencapai target iklim nasional sekaligus membuka peluang kerja hijau di pasar global.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% melalui Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC).

Selama lima tahun terakhir, CSP telah menggelar berbagai sesi peningkatan kapasitas dan bantuan teknis bagi perusahaan industri, membahas strategi pengurangan emisi dalam operasi mereka. Bekerja sama dengan salah satu perusahaan apparel, CSP juga melakukan uji coba efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan di sektor industri.

Lebih dari itu, program ini menghasilkan pedoman transisi menuju energi terbarukan, rekomendasi kebijakan untuk pengurangan emisi, serta penguatan kapasitas bank nasional agar mampu menyediakan solusi pembiayaan rendah karbon.

Pedoman transisi energi yang dikembangkan oleh CSP memberikan panduan praktis bagi pelaku industri dalam mengadopsi energi terbarukan. Rangkaian panduan ini diperkuat dengan rekomendasi kebijakan agar dapat diimplementasikan melalui regulasi yang tepat, sehingga proses transisi menjadi lebih terukur dan efektif.

“Salah satu pelajaran terbesar dari CSP adalah bahwa transisi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam. Setiap sektor, bahkan setiap perusahaan, memiliki konteks dan tantangan yang berbeda. Di sinilah pentingnya solusi yang adaptif dan berbasis data," kata ujar Arief Wijaya, Managing Director WRI Indonesia.

Melalui pendekatan kolaboratif, ia melihat perusahaan dapat bergerak, meskipun dari titik awal yang berbeda-beda, menuju dekarbonisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain aspek teknis, transisi menuju net-zero juga perlu mempertimbangkan perlindungan alam dan keanekaragaman hayati.

 

Konservasi

WRI Indonesia, WWF-Indonesia, dan PT Bank HSBC Indonesia membagikan capaian kolaborasi mereka selama lima tahun melalui program Climate Solutions Partnership (CSP).

Kemudian Aditya Bayunanda, CEO WWF-Indonesia, menekankan bahwa tanpa ekosistem yang terjaga, pencapaian target net-zero akan sulit.

"Karena itu, kami mendukung perlindungan keanekaragaman hayati dalam setiap pembangunan energi terbarukan dan upaya dekarbonisasi lainnya," jelasnya.

Salah satu contohnya adalah panduan konversi biomassa yang kami kembangkan agar selain menurunkan emisi GRK, juga tetap menjaga ekosistem secara menyeluruh.

”Program CSP merupakan cerminan dari komitmen HSBC dalam mendukung inisiatif transisi energi tahap awal—yang meski berpotensi tinggi, sering kali belum menarik secara komersial—melalui pendekatan filantropi perusahaan," ujarnya.

Sementara Francois de Maricourt, President Director HSBC Indonesia menyampaikan pihaknya bangga dapat mendukung Climate Solutions Partnership sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendorong inovasi dan pembiayaan untuk mempercepat adopsi energi terbarukan di sektor industri.

"Inisiatif ini berkontribusi dalam perjalanan Indonesia menuju net-zero. Meskipun masih banyak pekerjaan ke depan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan tujuan bersama dapat membawa dampak nyata,” katanya.

Kolaborasi dalam CSP telah membangun fondasi penting untuk dekarbonisasi industri di Indonesia. Melalui skema praktis dan panduan teknis, program ini membantu memperkuat sistem secara luas serta mendorong pengembangan insentif guna mendukung pencapaian target net-zero Indonesia pada tahun 2050.

A. Baizalwi 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya