San Siro Tidak Bisa Dipakai, Laga Milan vs Como Bisa Dipindah ke Australia!

Serie A membuka peluang menggelar laga AC Milan vs Como di Perth, Australia, pada Februari 2026, menandai kemungkinan laga liga Eropa pertama yang dimainkan di luar benua.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 12 Juni 2025, 02:00 WIB
Para pemain AC Milan merayakan kemenangan dalam pertandingan semifinal Supercoppa Italiana antara Juventus dan AC Milan di Taman Al-Awwal di Riyadh, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025). (Fayez NURELDINE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia, sedang menjajaki kemungkinan menggelar pertandingan antara AC Milan dan Como di luar negeri. Jika terwujud, laga ini akan menjadi pertandingan resmi liga Eropa pertama yang dimainkan di luar benua.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan 7-8 Februari 2026. Kota Perth di Australia Barat disebut sebagai lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk menjadi tuan rumah pertandingan bersejarah tersebut.

Kebetulan, Stadion San Siro yang menjadi kandang Milan tidak bisa digunakan pada tanggal tersebut karena menjadi venue upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 yang digelar sehari sebelumnya.


Faktor Olimpiade Jadi Pemicu

Tiga menit berselang, Theo Hernandez menambah keunggulan lewat aksinya di menit ke-41. (Gabriel BOUYS/AFP)

San Siro selama ini digunakan bersama oleh Milan dan Inter. Pada musim 2025-2026, otoritas Serie A sudah mencoba mengatur jadwal agar dua klub Milan bisa berbagi kandang lebih efisien menjelang Olimpiade. Keduanya dijadwalkan main kandang pada pekan pertama melawan Cremonese dan Torino.

Namun, dengan padatnya agenda acara dan persiapan Olimpiade, pertandingan Milan vs Como pada Februari tidak mungkin digelar di San Siro. Ini yang membuat opsi membawa pertandingan ke luar negeri jadi semakin masuk akal.

Optus Stadium di Perth pun muncul sebagai kandidat kuat. Stadion ini berkapasitas lebih dari 60 ribu kursi dan pernah menggelar laga pramusim klub-klub Eropa, termasuk Manchester United dan Chelsea.


Regulasi FIFA Kini Lebih Lentur

Enam menit menjelang pertandingan berakhir dalam waktu normal, AC Milan menambah keunggulan. Tendangan Theo Hernandez dari luar kotak penalti menyambut umpan Giroud tak mampu dibendung kiper Mile Svilar. (AP Photo/Luca Bruno)

Gagasan menggelar pertandingan liga domestik di luar negeri sebelumnya dilarang oleh FIFA. Namun, sejak penyelesaian gugatan antara Relevent Sports dan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat pada April lalu, regulasi kini lebih terbuka.

FIFA juga telah membentuk kelompok kerja untuk meninjau ulang kebijakannya soal laga resmi lintas negara. Walau baru satu kali rapat, konsensus di kalangan industri sepak bola menyebut perubahan tinggal menunggu waktu.

Pada saat yang sama, minat promotor untuk menggelar pertandingan Serie A di Abu Dhabi dan Australia meningkat. Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak liga, pembicaraan tentang kemungkinan laga di Perth terus berlanjut.


Liga-Liga Lain Juga Tertarik

Bek AC Milan, Theo Hernandez. (AFP/Alberto PIZZOLI)

Serie A bukan satu-satunya liga yang tertarik membawa pertandingan domestik ke luar negeri. La Liga Spanyol bahkan sudah mencoba sejak 2018, termasuk rencana membawa laga Barcelona vs Atletico Madrid ke Miami.

Namun upaya itu gagal karena Federasi Sepak Bola Spanyol tengah dalam masa transisi setelah skandal mantan presiden Luis Rubiales. Hingga kini, La Liga masih vokal menyuarakan keinginan mereka.

Premier League juga sempat mengusulkan ‘laga ke-39’ di luar Inggris pada 2008, namun mendapat penolakan keras dari fans dan FIFA. CEO Premier League Richard Masters mengatakan pada 2024 bahwa tidak ada rencana membahas ide itu lagi secara resmi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya