Tangis dan Jerit Anak-anak Gaza Saat Antre Pembagian Makanan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 11 Juni 2025, 20:45 WIB
Tangis dan Jerit Anak-anak Gaza Saat Antre Pembagian Makanan
Anak-anak Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak di sebuah titik distribusi di Nuseirat, Jalur Gaza Tengah, pada 11 Juni 2025. Lembaga pangan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Food Programme (WFP) mengungkap, ada lebih dari 70.000 anak-anak di wilayah Gaza terancam malnutrisi akut. Kondisi tersebut imbas blokade bantuan kemanusiaan oleh militer Israel ke wilayah Gaza. Anak-anak harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan makanan. Selain ancaman malanutrisi, Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat ada 300 kasus keguguran kandungan di wilayah tersebut karena kelaparan. Sementara itu, sedikitnya 58 warga Palestina meninggal dunia karena kekurangan gizi dan 242 lainnya karena kekurangan makanan dan obat-obatan. Di sisi lain, Israel hanya mengizinkan sedikit bantuan yang masuk ke Gaza setelah melonggarkan sebagian blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 minggu.
Salah satu anak Palestina menangis saat menunggu pembagian makanan di sebuah titik distribusi di Nuseirat, Jalur Gaza Tengah, pada 11 Juni 2025. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak di sebuah titik distribusi di Nuseirat, Jalur Gaza Tengah, pada 11 Juni 2025. (Eyad BABA/AFP)
Lembaga pangan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Food Programme (WFP) mengungkap, ada lebih dari 70.000 anak-anak di wilayah Gaza terancam malnutrisi akut. (Eyad BABA/AFP)
Kondisi tersebut imbas blokade bantuan kemanusiaan oleh militer Israel ke wilayah Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Anak-anak harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan makanan. (Eyad BABA/AFP)
Selain ancaman malanutrisi, Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat ada 300 kasus keguguran kandungan di wilayah tersebut karena kelaparan. (Eyad BABA/AFP)
Sementara itu, sedikitnya 58 warga Palestina meninggal dunia karena kekurangan gizi dan 242 lainnya karena kekurangan makanan dan obat-obatan. (Eyad BABA/AFP)
Di sisi lain, Israel hanya mengizinkan sedikit bantuan yang masuk ke Gaza setelah melonggarkan sebagian blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 minggu. (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya