Prabowo Saksikan Penandatangan MoU Pengembangan Jet Tempur RI-Turki

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pengembangan jet tempur generasi kelima antara Indonesia dan Turki.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 11 Juni 2025, 15:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pengembangan jet tempur generasi kelima antara Indonesia dan Turki. (Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pengembangan jet tempur generasi kelima antara Indonesia dan Turki. MoU diteken dalam acara Indo Defence Expo dan Forum di Jiexpo Kemayoran, Rabu (11/6/2025).

MoU ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretariat Industri Pertahanan Republik Turkiye, Haluk Gorgun. Hadir pula Menteru Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membangun kerja sama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sektor pertahanan strategis, seperti pengembangan pesawat jet tempur dan kapal selam.

"Kita juga memiliki kesepakatan untuk membuat joint venture yang penting antara perusahaan pertahanan strategis di antara dua negara kita," tutur Prabowo dalam konferensi pers bersama Erdogan di Ankara, Turki, Kamis (10/4/2025).

"Kita sangat terima kasih, Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kerja sama pengembangan jet tempur generasi kelima KAM dan juga dalam pembangunan pengembangan kapal selam bersama industri Turki," sambungnya.

Prabowo menyatakan, Indonesia sangat bertekad untuk meningkatkan berbagai kerjasama bilateral dengan Turki. Pertemuan bersama Recep Tayyip Erdogan pun disebutnya berlangsung hangat, produktif, penuh persaudaraan dan persahabatan, serta keinginan untuk terus meningkatkan kemitraan.

"Saya menyampaikan terima kasih atas keterbukaan Presiden Erdogan dan Pemerintah Turki dalam menerima kami, menerima dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Turki," jelas dia.

Prabowo Luncurkan Kendaraan Taktis Listrik MV3 Buatan Pindad Bernama 'Pandu'

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kendaraan taktis listrik MV3 buatan PT Pindad saat acara pembukaan Indo Defence Expo dan Forum di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Kendaraan tersebut diberi nama 'Pandu'.

Prabowo tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Poltik dan Keamanan Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan plakat di atas kap mobil listrik MV3 'Pandu'.

Sebagai informasi, MV3 Tactical EV merupakan kendaraan taktis 4x4 bertenaga listrik hasil pengembangan PT Pindad.

Kendaraan ini berbasis platform MV3 yang sebelumnya telah dimodifikasi menjadi berbagai varian, seperti MV3 Garuda Limousine (kendaraan resmi kepresidenan) serta seri Maung MV3 dalam varian Tangguh atau Spartan, Jelajah, dan Komando.

Kehadiran MV3 Tactical EV menunjukkan komitmen PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam berinovasi dan mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Nama Pandu sendiri dipilih dari tokoh wiracarita Mahabharata, yang melambangkan perintis atau yang pertama. Diharapkan, kehadiran kendaraan ini dapat mendukung perkembangan kendaraan listrik nasional di masa depan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan keselamatan suatu bangsa dijamin oleh pertahanannya. Prabowo menyebut bangsa yang tak mau berinvestasi di sektor pertahanan, biasanya akan menjadi bangsa budak dan dirampas kemerdekannya.

"Sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas. Biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak," jelas Prabowo saat membuka Indo Defence Expo dan Forum di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Prabowo Komitmen Menjaga Pertahanan Indonesia

Menurut Prabowo, Indonesia telah mengalami sejarah panjang terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Prabowo berkomitmen menjaga pertahanan untuk menjaga kemerdekaan dan kesejahteraan Indonesia.

"Ini adalah ajaran sejarah karena itu bangsa Indonesia dari awal mengatakan bahwa bangsa Indonesia cinta damai tetapi bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan. Pertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan terhadap kesejahteraan," tuturnya.

Prabowo menyampaikan Indonesia selama ratusan tahun dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Dia menuturkan selama ratusan tahun itu, masyarakat Indonesia dihancurkan dan kekayaannya diambil oleh bangsa asing.

"Sejarah kita sendiri telah mengajarkan kepada kita bahwa ratusan tahun negara kita diduduki oleh bangsa-bangsa lain. Diduduki dan rakyat kita masyarakat kita budaya kita, politik kita dihancurkan dan kita menjadi milik bangsa lain dan kekayaan kita diambil," ujar Prabowo.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dan sains agar Indonesia tak tertinggal dengan bangsa lain. Khususnya, di sektor pertahanan.

"Expo ini dimaksud untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri. Industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan dan tentunya generasi muda RI untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains, khususnya di bidang pertahanan," pungkas Prabowo.

Infografis Megawati Kritik Kekuatan Militer dan Alutsista TNI. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya