Harga Terjangkau, Gaji Masuk Akal, Granit Xhaka ke AC Milan?

Untuk tim seperti Milan yang sedang membangun ulang identitas, tipikal pemain seperti Xhaka sangat dibutuhkan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 11 Juni 2025, 12:32 WIB
Pemain Bayer Leverkusen, Granit Xhaka, mengontrol bola saat sesi latihan jelang laga melawan AC Milan pada laga Liga Champions. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan mulai memetakan target untuk memperkuat lini tengah mereka di bursa transfer musim panas ini. Salah satu nama yang muncul adalah Granit Xhaka, gelandang andalan Bayer Leverkusen. Meskipun bukan sosok yang sering jadi headline, Xhaka diyakini bisa memberi stabilitas dan pengalaman penting.

Xhaka memang bukan bintang yang menjual banyak jersey atau membuat kamera mengikuti tiap geraknya. Namun, kemampuannya untuk tampil konsisten di posisi vital dan menghadirkan ketenangan jadi nilai lebih. Untuk tim seperti Milan yang sedang membangun ulang identitas, tipikal pemain seperti Xhaka sangat dibutuhkan.

Ketertarikan Rossoneri terhadap Xhaka tak bisa dilepaskan dari kebutuhan mereka akan sosok gelandang tangguh yang bisa jadi pemimpin di lapangan. Terlebih, karakter pekerja keras dan mentalitas kompetitif Xhaka sangat cocok dengan atmosfer San Siro.


Xhaka Takkan Memaksakan Diri

Gelandang veteran ini sukses membuktikan dirinya belum habis setelah jasanya tak diperlukan Arsenal lagi. Kemampuan memimpin dan juga keuletan di lapangan tengah membuat Granit Xhaka dipercaya Xabi Alonso sebagai pemain inti tim musim ini. (AP Photo/Martin Meissner)

Meski Xhaka telah memberi sinyal terbuka untuk meninggalkan Jerman, bukan berarti pintu ke Milan terbuka lebar. Laporan dari Sky Germany mengatakan bahwa sang pemain tidak akan memaksakan diri untuk pindah. Ia tetap menghormati kontraknya di Leverkusen yang masih tersisa tiga tahun lagi.

Milan bukan satu-satunya peminat. Klub asal Turki, Galatasaray, juga dikabarkan tertarik pada gelandang Swiss berusia 32 tahun itu. Namun, Leverkusen jelas tidak ingin kehilangan pemain kunci mereka begitu saja.

Leverkusen hanya akan membuka pintu negosiasi jika ada tawaran yang dianggap layak secara finansial. Bukan angka fantastis seperti €100 juta (Rp1,7 triliun), tapi kisaran €20 juta (Rp350 miliar) dinilai cukup untuk membuat klub berpikir dua kali.


Milan Perlu Meyakinkannya

Gelandang Italia, Manuel Locatelli (kiri) berduel udara dengan gelandang Swiss, Granit Xhaka dalam laga Grup A Euro 2020 di Olimpico Stadium, Roma, Kamis (17/6/2021) dini hari WIB. (Foto: LaPresse via AP/Alfredo Falcone)

Jika bicara soal nilai pasar, Xhaka bisa dibilang cukup terjangkau untuk klub sebesar Milan. Dengan nilai transfer sekitar Rp350 miliar, Rossoneri bisa mendapatkan gelandang top dengan pengalaman Premier League dan Bundesliga. Ini investasi yang masuk akal mengingat kontribusinya bisa langsung terasa di lapangan.

Gaji Xhaka di Leverkusen pun bukan penghalang besar. Ia dikabarkan menerima bayaran sekitar €2,5 juta per tahun, atau setara dengan Rp43 miliar. Angka ini masih dalam jangkauan struktur gaji AC Milan, terutama jika mereka melepas beberapa pemain dengan beban gaji tinggi.

Yang paling menarik, Xhaka tidak menuntut gaji selangit atau klausul khusus. Ia hanya ingin berada di proyek yang ambisius dan stabil. Jika Milan bisa meyakinkannya bahwa proyek Massimiliano Allegri sesuai visi jangka panjangnya, bukan tak mungkin ia akan mengiyakan tawaran dari Italia.

Sumber: Sky Germany, Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya