Liputan6.com, Jakarta Aktris Atiqah Hasiholan baru-baru ini menarik perhatian publik dengan perannya sebagai Nyi Itoh dalam film horor berjudul 'Kampung Jabang Mayit: Ritual Maut'. Dalam film ini, ia memerankan sosok dukun aborsi yang terkenal di Desa Rangkaspuna, sebuah desa yang dikenal dengan praktik aborsi ilegal. "Pas ditawarin pertama kali aku excited karena menjadi dukun aborsi," ungkap Atiqah saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peran Nyi Itoh yang diambil oleh Atiqah bukanlah sekadar peran biasa, melainkan sebuah tantangan baru bagi aktris berusia 43 tahun ini. Ia mengakui bahwa karakter ini sangat menantang karena belum pernah mendapatkan peran serupa sebelumnya. "Nyi Itoh ini selain dukun aborsi, dia immortal punya ilmu hitam lah, makanya menantang banget," tambahnya.
Advertisement
Film 'Kampung Jabang Mayit' disutradarai oleh Wisnu Surya Pratama dan dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2025. Dalam film ini, Atiqah berperan sebagai dukun yang terlibat dalam ritual-ritual gelap yang diyakini berkaitan dengan keabadian. Meskipun perannya terkesan kontroversial, Atiqah berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh penonton.
Perjalanan Menjadi Nyi Itoh
Untuk mendalami karakter Nyi Itoh, Atiqah melakukan berbagai persiapan. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara untuk menggali latar belakang sosok dukun aborsi tersebut. "Buat mendalaminya ya aku sampai cari referensi di youtube aja, cari konten tentang perdukunan. Bagaimana ia melakukan ritual hingga aborsi, dicari dari situ," jelasnya.
Atiqah juga mengaku bahwa film ini sangat viral dan banyak orang sudah mengenal cerita di baliknya. "Belum lagi cerita Kampung Jabang Mayit ini viral sekali, banyak orang yang sudah tahu karena memang sudah dikenal lewat threat," ucapnya. Dengan banyaknya perhatian yang diterima, Atiqah merasa semakin bersemangat untuk memerankan karakter ini.
Eksplorasi Akting di Film Horor
Atiqah Hasiholan mengungkapkan bahwa ia baru terlibat dalam film horor sebanyak tiga kali, sehingga ia ingin mengeksplorasi kemampuannya dalam genre ini. "Aku butuh film seperti ini. Jadi pas ditawarin, yaudah sikat aja," ungkapnya. Ia percaya bahwa film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menyimpan banyak pesan moral yang dapat diambil oleh penonton.