Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Melati, Jakarta, Selasa (10/6/2025). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Kebakaran di Jakarta tidak mengenal waktu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Di Jakarta, nyaris setiap hari kebakaran terjadi, terutama di wilayah permukiman padat penduduk. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tidak hanya menghanguskan satu atau dua rumah, kebakaran sering kali meratakan ratusan bangunan, baik permanen maupun semi permanen. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat 598 kasus kebakaran di Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dari jumlah tersebut, 141 kebakaran berhasil dipadamkan secara mandiri oleh masyarakat menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebelum api membesar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Guna meminimalisir berulangnya kebakaran, khususnya di wilayah padat penduduk, Gubernur Jakarta Pramono Anung mendorong setiap Rukun Tetangga (RT) di Jakarta untuk memiliki minimal dua unit APAR sebagai langkah preventif. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepemilikan APAR di masyarakat, seperti memberikan sosialisasi dan pendistribusian APAR ke wilayah padat penduduk. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Dengan adanya APAR di setiap RT, masyarakat dapat melakukan upaya pemadaman kebakaran secara mandiri dan cepat, sehingga dapat mencegah api membesar dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas. (Liputan6.com/Herman Zakharia)