Ragam Corak Kebudayaan di Masjid Hidayatullah

Dibangun sekitar 1743, bangunan masjid ini berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh pengusaha batik bernama Muhammad Yusuf. Sebagai salah satu masjid tertua, Masjid Hidayatullah juga menyimpan jejak sejarah panjang yang menarik untuk dikulik.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 13 Juni 2025, 12:00 WIB
Masjid Hidayatullah Jakarta. (Liputan6.com/ ist)

Liputan6.com, Jakarta - Masjid Hidayatullah merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Masjid yang memiliki ragam corak kebudayaan yang mendominasi di Jakarta.

Dibangun sekitar 1743, bangunan masjid ini berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh pengusaha batik bernama Muhammad Yusuf. Sebagai salah satu masjid tertua, Masjid Hidayatullah juga menyimpan jejak sejarah panjang yang menarik untuk dikulik.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, Masjid Hidayatullah memiliki empat corak kebudayaan, yakni Betawi, Jawa, Cina dan Arab. Bangunan Masjid Hidayatullah terdiri atas dua bangunan utama, yakni bangunan asli dan bangunan tambahan.

Penggunaan bangunan tambahan mulai diresmikan sekitar 1999. Sementara itu beberapa tahun lalu, menara setinggi sekitar 15 meter juga baru saja dibangun.

Meski mengalami beberapa tambahan, pihak pengelola tetap mempertahankan bangunan aslinya. Hal ini karena bangunan ini juga termasuk bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan.

Perpaduan empat corak kebudayaan menjadi hal yang menarik pada bangunan masjid ini. Empat kebudayaan tersebut sekaligus menjadi kebudayaan yang mendominasi di Jakarta, yakni Tiongkok, Betawi, Arab, dan Jawa.

 

Ciri Khas Atap

Penampakan keempat jenis kebudayaan tersebut terlihat dari ciri khas atapnya yang sangat kental dengan kebudayaan Tiongkok. Atap masjid ini dibuat bersusun yang mencerminkan gaya arsitektur bangunan kelenteng.

Sementara itu, kebudayaan Betawi dapat dilihat dari bentuk jendela dan pintu yang memiliki lubang ventilasi. Adapun corak Jawa dapat dilihat dari tiang-tiang kayu jati dengan tulisan kaligrafi Arab sebagai hiasan.

Tiang-tiang tersebut menjulang tinggi dan memberikan kesan mewah. Arsitektur dengan tiang-tiang kayu ini banyak ditemukan di masjid-masjid wilayah Jawa. 

Sementara itu, pada halaman bangunan asli Masjid Hidayatullah terdapat puluhan makam para pendiri masjid dan keluarganya. Meski sudah ada beberapa yang dipindahkan akibat perluasan jalan, pihak pengelola masih berupaya untuk melakukan renovasi sebagai bentuk perawatan bangunan.

Penulis: Resla

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya