Tottenham Hotspur Berpotensi Tambah Trofi Lagi, Ada Kompetisi Apa?

Tottenham Hotspur berhasil mengakhiri puasa gelar mereka yang panjang dengan meraih Liga Europa. Kini ada kompetisi lainnya yang bisa mereka ikuti.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 10 Juni 2025, 16:49 WIB
Son Heung-min (tengah) mengangkat trofi untuk merayakan kemenangan bersama para pemain Tottenham setelah menjuarai final Liga Europa 2024/2025 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/05/2025) WIB. Tottenham menang dengan skor 1-0 atas Manchester United. (AFP/Ander Gillenea)

Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur berhasil mengakhiri puasa gelar mereka yang panjang. Klub asal London itu sukses menjuarai Liga Europa dengan kemenangan 1-0 atas Manchester United bulan lalu.

Kemenangan itu membuat Spurs juga lolos ke ajang UEFA Super Cup. Mereka dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain pada Agustus mendatang.

Namun, ternyata ada satu lagi kompetisi yang bisa mereka ikuti. Kompetisi ini jarang diketahui oleh para penggemar.

Kompetisi tersebut bernama UEFA–CONMEBOL Club Challenge. Inilah peluang tambahan bagi Tottenham Hotspur untuk meraih trofi lainnya.


Kompetisi UEFA–CONMEBOL Club Challenge

Menundukkan Manchester United 1-0 di final Liga Europa 2024/2025, Tottenham Hotspur berhasil mencetak sejarah baru dengan meraih gelar juara. (Thomas COEX/AFP)

UEFA–CONMEBOL Club Challenge pertama kali digelar pada tahun 2023. Ajang ini merupakan kelanjutan dari Supercopa Euroamericana sebelumnya.

Kompetisi ini mempertemukan juara Liga Europa dengan juara Copa Sudamericana. Tahun lalu, Racing Club dari Argentina berhasil meraih gelar Copa Sudamericana.

Racing Club menang atas Cruzeiro asal Brasil di final Copa Sudamericana. Hal ini membuat mereka menjadi lawan potensial bagi Tottenham Hotspur.


Tantangan Jadwal yang Padat

Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min menangkap bendera Korea Selatan yang dilemparkan oleh penonton setelah laga final Liga Europa 2024/2025 melawan Manchester United di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/05/2025) WIB. (AFP/Ander Gillenea)

Sayangnya, kompetisi ini belum tentu akan digelar. Hal itu disebabkan oleh jadwal padat klub-klub yang berpartisipasi.

Tahun lalu, UEFA–CONMEBOL Club Challenge batal digelar. Atalanta tidak berhasil menemukan jadwal yang cocok dengan Liga de Quito dari Ekuador.

Presiden Racing Club, Diego Milito, dikabarkan berupaya keras agar pertandingan ini bisa terselenggara. Namun, UEFA sendiri masih ragu karena padatnya kalender pertandingan.


Tottenham dan Jadwal Pramusim

Ini menjadi gelar ketiga The Lilywhites di Liga Europa setelah sebelumnya menjadi pemenang pada 1972 dan 1984. (ANDER GILLENEA/AFP)

Tottenham sudah memiliki jadwal pramusim yang sibuk. Mereka akan menghadapi Arsenal di Hong Kong pada 31 Juli mendatang.

Setelah itu, Spurs akan bertolak ke Korea Selatan untuk melawan Newcastle United. Laga berikutnya akan mempertemukan mereka dengan Bayern Munich di Jerman pada 7 Agustus.

Di tengah jadwal yang padat itu, Spurs harus bersiap tanpa sang pelatih Ange Postecoglou. Ia dipecat setelah membawa klub meraih sukses di Liga Europa.

Thomas Frank dari Brentford dikabarkan sepakat untuk menjadi pelatih baru Tottenham. Spurs harus membayar sekitar 9 juta pounds untuk mendatangkan pelatih Denmark itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya