Pengorbanan Besar Cristiano Ronaldo di Final UEFA Nations League: Main dalam Kondisi Cedera Demi Portugal Juara

Cristiano Ronaldo membuat pengakuan mengejutkan setelah Portugal menjuarai Nations League 2025. Ia menyebut bermain dengan kondisi cedera sejak sebelum laga dimulai.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 09 Juni 2025, 12:05 WIB
Meski mengalami cedera dalam pertandingan final melawan Spanyol, Cristiano Ronaldo sukses membawa tim nasional Portugal meraih kemenangan di UEFA Nations League 2025. (Alexandra BEIER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo membuat pengakuan mengejutkan setelah Portugal menjuarai Nations League 2025. Ia menyebut bermain dengan kondisi cedera sejak sebelum laga dimulai.

Pertandingan final melawan Spanyol berlangsung sengit di Allianz Arena, Senin (9/6/2025) dini hari WIB. Portugal akhirnya menang lewat adu penalti setelah laga berakhir imbang 2-2.

Ronaldo sempat mencetak gol penting untuk Portugal di babak kedua. Namun, ia tidak bisa bermain penuh karena mengalami cedera di akhir waktu normal.

Meski hanya bisa melihat adu penalti dari bangku cadangan, Ronaldo mengaku sangat puas. Baginya, membawa Portugal juara selalu terasa istimewa.


Cedera yang Disembunyikan Ronaldo

Momen kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengangkat trofi UEFA Nations League 2024/2025. (John MACDOUGALL / AFP)

Ronaldo tampil penuh semangat saat melawan Spanyol. Namun, ternyata ia sudah merasa sakit sejak pemanasan.

Ia sendiri yang mengakuinya usai pertandingan. “Saya sudah merasakannya saat pemanasan, saya sudah merasakannya sejak beberapa waktu lalu,” kata Ronaldo, seperti dikutip dari Record.

“Namun untuk tim nasional, jika saya harus mematahkan kaki, saya akan melakukannya. Ini adalah gelar juara, saya harus bermain dan memberikan segalanya, saya melakukan sebisa mungkin. Saya membantu dengan sebuah gol.”

Ronaldo berhasil menyumbang satu gol penting di babak kedua. Gol tersebut membantu Portugal memaksa adu penalti.


Pertandingan Sengit di Allianz Arena

Dengan gelar juara UEFA Nations League 2025, Cristiano Ronaldo menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa. (Tobias SCHWARZ/AFP)

Final Nations League berjalan menarik sejak awal. Spanyol sempat memimpin dua kali di babak pertama.

Portugal selalu mampu menyamakan kedudukan. Gol Ronaldo di menit ke-61 menjadi penyemangat tambahan bagi timnya.

Meski Ronaldo ditarik keluar karena cedera, Portugal tidak kehilangan arah. Adu penalti akhirnya menjadi penentu kemenangan mereka.

Di babak tos-tosan, Alvaro Morata gagal mengeksekusi penalti. Portugal menang 5-3 dan merayakan gelar kedua di Nations League.


Portugal Kembali Juara, Ronaldo Terharu

Para pemain Portugal Cristiano Ronaldo mengangkat trofi UEFA Nations League 2025 setelah memenangkan pertandingan melawan Spanyol di Allianz Stadium, Jerman pada 8 Juni 2025 atau Senin (9/6/2025) dini hari WIB. (John MACDOUGALL/AFP)

Ronaldo tak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah membantu Portugal meraih juara. Ia merasa gelar ini adalah momen indah.

"Saya sangat bahagia. Menang untuk Portugal adalah sesuatu yang sangat istimewa. Saya sudah memiliki banyak gelar, tetapi tidak ada yang lebih baik daripada menang untuk Portugal," lanjutnya.

"Air mata dan rasa tugas yang terpenuhi. Ini indah. Ini untuk bangsa kami. Kami adalah bangsa kecil, tetapi dengan ambisi yang besar."


Bangga Jadi Kapten Portugal

Selebrasi Cristiano Ronaldo usai mencetak gol di laga Portugal vs Spanyol di final UEFA Nations League, Senin (09/06/2025) dini hari WIB. (AP/Matthias Schrader)

Bagi Ronaldo, gelar ini punya arti lebih dibanding gelar klub. Ia merasa menjadi kapten generasi ini adalah kehormatan besar.

Portugal kini punya dua gelar Nations League. Ronaldo sukses memimpin tim di dua final tersebut.

"Saya sudah tinggal di banyak negara, saya sudah bermain untuk banyak klub, tetapi ketika mereka berbicara tentang Portugal, rasanya sangat istimewa. Menjadi kapten generasi ini adalah sebuah kebanggaan," ungkapnya.

"Memenangkan gelar selalu menjadi puncak bagi sebuah tim nasional. Masa depan? Itu tentang berpikir jangka pendek. Saya mengalami cedera dan itu terlalu berat, terlalu berat… Tapi saya memaksa, karena untuk tim nasional, Anda harus memaksa."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya