Liputan6.com, Bandung - Dalam beberapa pekan terakhir, lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi di sejumlah negara Asia. Terkait itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat menyatakan pihaknya kembali bersiaga.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Ridwan Abdullah Putra mengatakan pihaknya saat ini akan meningkatkan kewaspadaan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Advertisement
"Di beberapa negara tetangga munculnya varian-varian baru seperti XEC, JN.1, LF.7, dan NB.1.8. Oleh karena itu, penyebaran virus tersebut harus diwaspadai," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin, 9 Juni 2025.
Sejauh ini, kata dia, belum ditemukan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat. Namun, kewaspadaan dengan pemantauan dan verifikasi tren kasus tetap ditingkatkan.
"Pengaktifan kembali Tim Gerak Cepat (TGC) dan pelaksanaan surveilans aktif. Koordinasi dengan laboratorium dan fasilitas kesehatan dalam pengambilan spesimen dan pelaporan hasil," pungkasnya.
Ridwan mengatakan, pihaknya juga akan gencar melakukan promosi kesehatan, menyusun pemetaan risiko, dan kesiapan fasyankes untuk kemungkinan perawatan kasus.
"Selain itu, petugas kami di puskesmas maupun rumah sakit diminta meningkatkan pengawasan terhadap kasus-kasus infeksi saluran pernapasan akut," ujarnya.
Apabila terjadi indikasi peningkatan, Ridwan memastikan pihaknya akan melakukan investigasi epidemiologi dan pelaporan ke sistem nasional dalam waktu kurang dari 24 jam.
"Kami tetap waspada karena mobilitas penduduk dan potensi varian baru tetap bisa menjadi faktor risiko. Kegiatan pemantauan aktif terus berjalan, dan kami siap menanggapi apabila ditemukan kasus baru," katanya.
Di sisi lain, Ridwan mengeklaim cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tergolong tinggi, yakni 90 persen untuk dosis pertama dan kedua. Sementara untuk vaksinasi booster, dia menyebut antusiasme masyarakat cukup baik.
"Pengalaman ini menjadi modal penting bagi kami dalam menghadapi potensi gelombang baru, termasuk untuk rencana vaksinasi lanjutan jika diperlukan oleh Kementerian Kesehatan," tandasnya.
Penulis: Arby Salim