MÄVINN, Koleksi IKEA yang Angkat Warisan Budaya dan Buka Lapangan Kerja untuk Pengrajin Lokal di Dunia

Di balik anyaman rotan, tekstil, dan produk fungsional MÄVINN, tersimpan cerita tentang mengubah kehidupan dan lapangan pekerjaan yang tercipta.

oleh Nila Chrisna YulikaDiterbitkan 08 Juni 2025, 21:09 WIB
Magnus Nord, Social Entrepreneurship Implementation Leader IKEA. (Nila Chrisna).

Liputan6.com, Swedia - IKEA, merek ritel asal Swedia yang dikenal dengan desain minimalis dan fungsional ini rupanya juga menggandeng pengrajin lokal dari berbagai penjuru dunia—termasuk India, Thailand, dan Bangladesh. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemberdayaan sosial. Melalui koleksi bertajuk MÄVINN, IKEA menghadirkan produk rumah tangga dengan sentuhan tangan pengrajin lokal.

Magnus Nord, Social Entrepreneurship Implementation Leader IKEA, menjelaskan bahwa MÄVINN bukan sekadar koleksi dekoratif. Di balik anyaman rotan, tekstil, dan produk fungsional lainnya, tersimpan cerita tentang mengubah kehidupan dan lapangan pekerjaan yang tercipta.

"Kami bekerja sama dengan lebih dari 300 pengrajin lokal. Produk-produk MÄVINN ini bukan hanya desain cantik, tapi juga memberi dampak langsung dengan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Magnus dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6.com pada Kamis, 5 Juni 2025.

Desain produk MÄVINN tetap mengusung identitas IKEA—sederhana, fungsional, dan mudah dikemas. Namun, kekayaan budaya lokal tetap dijaga. Warna-warna khas Skandinavia berpadu dengan teknik kerajinan tradisional, menghasilkan karya yang unik dan otentik.

"Kami berusaha menghormati warisan budaya para pengrajin sambil menyesuaikan dengan gaya IKEA. Misalnya, bagaimana produk bisa ditumpuk di palet agar mudah dikirim, tanpa menghilangkan karakter lokalnya," jelas Magnus.

Liputan6.com berkesempatan mengunjungi gerai MÄVINN saat Democratic Design Days yang diselenggarakan IKEA di Älmhult, Swedia.

Dalam koleksi ini perabot rumah tangga terlihat menggunakan bahan alami dan design yang klasik serta sarat budaya.

Kolaborasi yang Mengubah Hidup

Salah satu koleksi MÄVINN. (Nila Chisna).

Magnus mengatakan, desainer dan tim teknik IKEA terlibat langsung di lapangan, berdiskusi dan berinovasi bersama mitra sosial lokal.

"Kami tidak memaksakan desain. Kami datang dengan konsep, lalu berkolaborasi dengan para pengrajin untuk mengembangkan produk agar bisa sukses di pasar IKEA. Kalau produk mereka laku, bisnis mereka pun ikut berkembang," kata Magnus.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, IKEA bahkan menargetkan untuk terus memperluas jumlah mitra sosial yang terlibat dalam koleksi ini. Saat ini, sekitar 10.000 orang telah diberdayakan lewat berbagai proyek kewirausahaan sosial IKEA secara global.

MÄVINN: Bukan Sekedar Produk, Tapi Pemberdayaan

Salah satu koleksi MÄVINN. (Nila Chisna).

Di balik produk MÄVINN yang dijual, ada cerita tentang pemberdayaan, tradisi, dan harapan.

"Saat Anda membeli produk MÄVINN, Anda bukan hanya membawa pulang dekorasi rumah, tapi juga ikut berkontribusi pada kehidupan seseorang di belahan dunia lain. Itulah kekuatan sesungguhnya dari koleksi ini," ungkap Magnus.

Dengan visi jangka panjang, kata Magnus, IKEA berharap MÄVINN bisa setara dengan koleksi ikonik mereka seperti STOCKHOLM, namun dengan tambahan nilai sosial yang kuat.

"Saya ingin MÄVINN punya posisi jelas di mata pelanggan. Ini adalah koleksi kerajinan tangan yang punya dampak sosial. Bukan hanya soal produk, tapi tentang manusia di baliknya," tutup Magnus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya