Bedah Kekuatan dan Taktik Finalis UEFA Nations League: Spanyol

Di bawah arahan Luis de la Fuente, mereka menampilkan perpaduan permainan elegan ala tiki-taka dengan sentuhan agresif penuh determinasi.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 08 Juni 2025, 13:01 WIB
Pedri dari Spanyol merayakan gol di laga semifinal UEFA Nations League melawan Prancis di Stuttgart, Jerman, Kamis, 5 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Spanyol melaju ke final UEFA Nations League 2024/2025 dengan gaya yang khas: indah dan intens. Di bawah arahan Luis de la Fuente, mereka menampilkan perpaduan permainan elegan ala tiki-taka dengan sentuhan agresif penuh determinasi. Lawan mereka kali ini, Timnas Portugal, tentu tidak akan memberi jalan mudah.

Pertandingan puncak ini akan digelar di Allianz Arena, Munich, pada Senin dini hari, 9 Juni 2025 pukul 02.00 WIB. Ini akan jadi panggung bagi La Roja untuk membuktikan bahwa dominasi mereka di kancah Eropa belum berakhir. Setelah menjuarai EURO 2024, Spanyol kini mengincar trofi Nations League kedua secara beruntun.

Perjalanan Spanyol ke final tidak selalu mulus, tapi justru itulah yang menambah daya magis mereka. Lolos dari grup dengan catatan mengesankan, lalu bertahan lewat adu penalti dramatis melawan Belanda, hingga mengalahkan Prancis dalam duel penuh gol, membentuk cerita yang layak dikenang.


Langkah Demi Langkah Spanyol Menuju Munich

Timnas Spanyol meraih kemenangan 5-4 atas Timnas Prancis pada laga semifinal UEFA Nations League musim ini di MHPArena, Stuttgart, Jumat (6/5/2025) dini hari WIB. Hasil itu membuat La Roja melenggang ke final dan akan menantang Portugal. (AFP/FRANCK FIFE)

Spanyol tampil meyakinkan sejak fase grup. Mereka tak terkalahkan dalam enam laga, termasuk kemenangan 4-1 atas Swiss meski bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-20. Dalam periode ini, La Roja mencetak 13 gol dan hanya kebobolan empat—catatan terbaik bersama tim manapun di turnamen.

Di perempat final, Spanyol harus bekerja ekstra keras melawan Belanda. Setelah hasil imbang 2-2 di Amsterdam, mereka kembali ditahan 3-3 di kandang. Namun, ketenangan dalam adu penalti jadi pembeda, membawa mereka ke semifinal dengan agregat 5-5 dan kemenangan 5-4 dalam tos-tosan.

Puncaknya, duel melawan Prancis di semifinal menghadirkan sembilan gol dan drama tanpa henti. Spanyol menang 5-4 dalam laga terbuka dan sekali lagi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim penguasaan bola—mereka adalah tim dengan insting membunuh yang terlatih.


Sang Pelatih: Pembawa Trofi dari Basque

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memberi instruksi kepada Lamine Yamal di laga semifinal UEFA Nations League kontra Prancis di MHPArena, Stuttgart, Jerman, Kamis, 5 Juni 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Luis de la Fuente bukan nama besar seperti pendahulunya, tapi dia sudah membangun kredibilitas luar biasa. Pelatih asal Basque ini pernah membawa Spanyol juara EURO U19 dan U21 sebelum memenangi Nations League 2023 dan EURO 2024 bersama tim senior. Rekam jejaknya jadi alasan federasi memberinya kontrak hingga 2028.

Lanjut Baca:

De la Fuente membentuk karakter tim yang tidak terpaku pada satu gaya. Dia tetap menjaga DNA Spanyol yang berbasis penguasaan bola, tetapi menyuntikkan elemen agresi dan kecepatan transisi. Kombinasi inilah yang membuat Spanyol lebih adaptif dan berbahaya dalam berbagai situasi. Pelatih ini juga dikenal dekat dengan pemain dan piawai dalam manajemen emosi tim. Dalam situasi sulit seperti perempat final kontra Belanda, pendekatannya yang tenang dan rasional membuat skuad tetap fokus. Dia bukan hanya pelatih taktik, tetapi juga pemimpin mental.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya