Drama Musikal Genggam Tangaku Siswa Tirtamarta BPK Penabur Hadir Kembali di HUT MPK ke-75

Drama musikal siswa Tirtamarta BPK Penabur berjudul 'Genggam Tanganku' akan kembali dipentaskan dalam rangka HUT MPK ke-75.

oleh Aditia SaputraDiperbarui 06 Juni 2025, 00:43 WIB
Sutradara dan pemain Drama Musikal Genggam Tanganku.

Liputan6.com, Jakarta Drama musikal siswa Tirtamarta BPK Penabur yang berjudul "Genggam Tanganku" akan kembali dipentaskan pada tanggal 17 Juni 2025 di Jakarta. Pertunjukan ini merupakan kelanjutan dari suksesnya pementasan pertama yang diadakan pada Januari 2025 di Taman Ismail Marzuki. Sutradara Johanes Nur Sangkan berharap pertunjukan ini dapat membangkitkan semangat gotong royong di kalangan generasi muda.

"Di masa sekarang ini rasa gotong royong kebersamaan seolah pudar. Sehingga dengan Musikal ini bangkitkan rasa nasionalisme dan rasa kebersamaan," ujar Johanes saat diwawancarai. Tema yang diangkat dalam drama ini berlatar belakang kerajaan Majapahit di masa kepemimpinan Patih Gajah Mada, yang dianggap relevan untuk mengingatkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.

Proses produksi drama musikal ini memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, dimulai dari penulisan naskah hingga pemilihan karakter. Salah satu tantangan terbesar adalah menggabungkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, dalam satu pertunjukan yang harmonis.

 


Proses Produksi yang Menantang

Para pemain Drama Musikal Genggam Tanganku.

Johanes menjelaskan bahwa penggarapan drama ini melibatkan berbagai tahap yang kompleks. Dari persiapan naskah, penggarapan musik, hingga pemilihan karakter, semua dilakukan dengan penuh perhatian. "Pemilihan karakter ini yang agak sulit ya, karena drama ini menggandeng semua civitas mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Belum lagi saat pelafalan dialog-dialog yang agak panjang," jelasnya.

Setiap siswa yang terlibat dalam produksi ini diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Brigita Sitompul, salah satu pemain utama, mengaku sempat terkejut saat mendapatkan peran sebagai Putri Tribuana Tungga Dewi. "Awalnya kaget karena takut tak bisa memerankan, tapi karena dipercaya oleh sutradara akhirnya saya berikan yang terbaik," ungkapnya.

Selain Brigita, Megan Elisabeth Henderson yang berperan sebagai penari juga merasa bangga bisa terlibat dalam pertunjukan ini. "Saya senang bergabung dalam drama tersebut. Tapi orangtua saya tidak terlalu excited dan cenderung menganggap hal itu biasa," katanya.


Pentingnya Seni dalam Pendidikan Karakter

Priskatilla Hutabarat, pengurus sekolah Tirtamarta BPK Penabur, menekankan komitmen sekolah dalam menumbuhkan dan merawat talenta seni di kalangan siswa. Menurutnya, seni bukan hanya pelengkap, tetapi bagian integral dari pendidikan karakter. "Di sini kami juga memperkenalkan anak-anak berbagai macam kesenian tidak hanya modern namun juga tradisional," jelasnya.

Lanjut Baca:

Sekolah ini memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler seni, termasuk gamelan, paduan suara, band, seni rupa, dan tari tradisional. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, serta melestarikan kebudayaan Indonesia. "Salah satu contohnya keunikan sekolah kami adalah kami memiliki Gamelan dan bahkan sudah menjadi salah satu ekstrakurikuler yang merupakan wujud nyata sekolah kami dalam melestarikan kebudayaan Indonesia," tambah Priskatilla.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya