Menag Nasaruddin Ungkap Alasan Visa Haji Furoda Tidak Terbit Tahun Ini

Nasaruddin juga mencatat, ada sekitar enam peraturan baru dari Saudi yang keluar secara mendadak dan tidak terduga.

oleh Muhammad AliDiperbarui 05 Juni 2025, 21:04 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 kepada seluruh umat Buddha di Indonesia. (Foto: Humas Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan alasan di balik tidak terbitnya visa haji furoda tahun ini. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh banyaknya regulasi baru yang diberlakukan secara mendadak oleh Pemerintah Arab Saudi dalam rangka penertiban penyelenggaraan ibadah haji.

"Dari awal kami sudah menyampaikan bahwa tahun ini akan berbeda, karena banyak sekali peraturan-peraturan Saudi Arabia yang ditetapkan untuk menertibkan haji," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Makkah, dikutip Kamis (5/6/2025).

Visa haji furoda tahun ini banyak tidak terbit karena sejumlah faktor administratif dan teknis, terutama terkait sistem digital yang diberlakukan secara ketat oleh otoritas Saudi.

"Kalau memang akan ada yang melakukan haji furoda, secepatnya bergabung dengan jemaah haji khusus dan di situlah mereka bisa atur. Tapi kalau terlambat, apalagi last minute baru mengajukan, itu sudah tertutup di komputernya. Kalau komputer tertutup, sudah enggak bisa lagi diakses," tegasnya.

Ia menyebutkan banyak pihak di Indonesia terlambat mengajukan permohonan visa haji furoda, sehingga sistem komputer yang digunakan oleh otoritas Saudi sudah menutup akses.

 

Ada 6 Peraturan Baru dari Saudi

"Yang bisa membukanya adalah otoritas yang sangat tinggi. Karena inilah Saudi Arabia, Saudi ini betul-betul banyak peraturan baru," tambah Menag.

Nasaruddin juga mencatat, ada sekitar enam peraturan baru dari Saudi yang keluar secara mendadak dan tidak terduga. Namun, ia bersyukur karena pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan bisa beradaptasi dengan cepat.

"Alhamdulillah, berkat kebersamaan kami semuanya, peraturan itu bisa kita adaptasi," tutupnya.

Infografis

Infografis tentang skema murur dan tanazul. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya