Liputan6.com, Jakarta Clara Riva, penyanyi dan penulis lagu, baru saja merilis single terbarunya berjudul "Waktunya Pas" di bawah label Wecord Evermore Indonesia. Single ini bukan sekadar karya musik biasa, karena Clara memiliki cerita spesial di balik proses rekamannya.
Untuk lagu ini, Clara memutuskan menggunakan metode live recording, sebuah pendekatan yang kini jarang digunakan di industri musik modern. Proses ini memberikan tantangan tersendiri, tetapi sekaligus menunjukkan semangat Clara untuk terus bereksperimen dan meninggalkan jejak bermakna dalam kariernya.
Advertisement
Lagu "Waktunya Pas" sendiri lahir dari program interaktif Clara di media sosial bernama #hatilara, di mana ia mengajak penggemar berbagi cerita cinta mereka. Cerita-cerita tersebut kemudian diolah menjadi lagu-lagu pendek yang disempurnakan menjadi sebuah balada pop penuh emosi.
Lagu ini menyampaikan pesan tentang kesabaran dalam cinta dan hidup, dengan lirik yang menyentuh hati serta melodi khas Clara yang lembut namun menggugah. Namun, yang membuat Waktunya Pas benar-benar istimewa adalah keputusan Clara untuk merekamnya secara langsung, demi menangkap esensi emosi dan kejujuran dalam satu sesi.
“Mengingat lagu ini direkam secara live, persiapannya memang lebih membutuhkan kematangan, terutama dalam menghafal aransemen secara sempurna. Hal ini kita lakukan karena sudah sangat jarang banget yang merekam karyanya secara live recording langsung. Jadi ini pasti challenging. Saya ingin mendapatkan experience yang berbeda aja, biar ada sesuatu yang diingat selama proses rekamannya,” ujar Clara.
Menuntut Presisi Tinggi
Proses live recording memang menuntut presisi tinggi. Clara dan timnya harus memastikan setiap nada, ritme, dan emosi tersampaikan dengan sempurna dalam satu pengambilan.
Tidak ada ruang untuk mengedit atau merekam ulang bagian tertentu secara terpisah, seperti yang biasa dilakukan dalam rekaman studio modern.
Menurut Clara, tantangan terbesarnya adalah menghafal aransemen secara menyeluruh, menjaga stamina vokal, dan memastikan emosi tetap konsisten sepanjang sesi. “Setiap kesalahan kecil akan membuat kita ngulang dari awal, jadi kami harus benar-benar siap,” tambahnya.
Merekam Secara Live Bukan Tanpa Alasan
Keputusan untuk merekam "Waktunya Pas" secara live bukan tanpa alasan. Clara ingin menghadirkan keaslian yang sulit ditemukan dalam rekaman studio biasa.