Liputan6.com, Jakarta - Dewan Emas Dunia atau the World Gold Council (WGC) mengumumkan bank-bank sentral global membeli emas sebanyak 12 ton pada April. Pembelian emas ini 12% lebih rendah dari bulan sebelumnya juga di bawah rata-rata 12 bulan sebesar 28 ton.
“Apa yang mungkin menjadi penyebab penurunan pembelian bulanan baru-baru ini? Mungkin, sebagian merupakan respons terhadap apresiasi cepat harga emas sejak awal tahun,” ujar Analis Senior WGC, EMEA, Krishan Gopaul seperti dikutip dari laman Kitco, Kamis (5/6/2025).
Advertisement
Ia mengatakan, meski reli ke beberapa posisi tertinggi baru tidak mungkin menghalangi bank-bank sentral untuk membeli emas, karena sifatnya cenderung lebih strategis. Hal itu dapat menjelaskan sebagian perlambatan dalam laju pembelian bersih bulanan.
Gopaul mengatakan, rangkaian data sangat fluktuaktif yang berarti aktivitas dalam satu bulan belum tentu merupakan indikasi aktivitas pada bulan berikutnya.
“Terlebih lagi data dapat dirilis dengan, kadang, jeda yang signifikan. Karena itu, kami memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca tentang perlambatan pembelian yang dilaporkan baru-baru ini,” kata dia.
Gopaul mengatakan, meski harga lebih tinggi mungkin telah mendorong alokasi emas dalam beberapa portofolio bank sentral. “Mungkin lebih dekat dengan target, kami masih memperkirakan pembelian secara keseluruhan akan terus berlanjut, mengingat prospek ekonomi dan geopolitik masih sangat tidak pasti,” kata dia.
Polandia sekali lagi memimpin semua bank sentral dalam membeli emas pada April, satu dari lima negara yang melaporkan perubahan satu ton atau lebih pada cadangan emas-nya.
“Pada April, NBP menambahkan 12 ton lagi ke cadangan emasnya, sehingga menjadi 509 ton, lebih tinggi dari cadangan emas di Bank Sentral Eropa (507 ton),” kata Gopaul.
“Sejak awal tahun, cadangan emas NBP telah meningkat sebesar 61 ton, dua pertiga dari 90 ton yang mereka tambahkan pada 2024.”
Bank Nasional Ceko meningkatkan cadangan emasnya sebanyak tiga ton pada April. "Kini telah menambah emas selama 26 bulan berturut-turut, selama kurun waktu tersebut telah membeli total 47 ton," kata dia.
"Total kepemilikan emas hampir mencapai 59 ton pada akhir April."
Bank Sentral China
Berikutnya adalah Bank Sentral China. People’s Bank of China menunjukkan data itu, kalau bank tersebut meningkatkan cadangan emasnya sebanyak dua ton pada April, menandai pembelian bulan keenam berturut-turut. "Pembelian bersih Y-t-d kini berjumlah total 15 ton, membantu mengangkat cadangan emas menjadi 2.294 ton," kata Gopaul.
Bank Sentral Turki dan Kirgistan juga masing-masing melaporkan peningkatan dua ton dalam kepemilikan emas resmi selama bulan tersebut, sementara Bank Nasional Kazakhstan menambahkan satu ton ke cadangan emasnya, dan Bank Sentral Yordania meningkatkan cadangan emasnya hampir satu ton.
"Cadangan emas Bank Sentral Uzbekistan turun 11 ton pada bulan April, penjualan bulan ketiga berturut-turut di sekitar level tersebut," tulis dia.
“Total kepemilikan emas Y-t-d turun 26t menjadi 356t,”
Sejumlah bank sentral Afrika juga mengumumkan rencana untuk meningkatkan cadangan emasnya."Pada awal Mei, Bank Namibia mengumumkan rencana untuk mengakumulasi emas dengan tujuan meningkatkannya hingga 3% dari total cadangan," kata Gopaul.
"Bank tersebut menyatakan bahwa hal ini 'sejalan dengan tren perbankan sentral global, mengingat nilai strategis emas dalam melindungi dari inflasi dan meningkatkan ketahanan selama guncangan ekonomi.'" Menurut data IMF terbaru yang tersedia dari Maret 2019, bank sentral Namibia tidak memiliki cadangan emas.
Bank Sentral Lainnya
Bank Nasional Rwanda juga mengumumkan bulan lalu berniat untuk membangun cadangan emas. "Mirip dengan bank-bank lain, bank sentral Rwanda sedang melakukan studi untuk melihat apakah emas dapat diterima sebagai aset tambahan yang dapat kita investasikan mengingat kemampuannya untuk melawan guncangan di pasar keuangan dan sebagai opsi lindung nilai dalam hal guncangan eksternal," kata Gubernur Soraya Hakuziyaremye kepada media. Bank sentral akan memulai pembelian mulai tahun fiskal barunya pada Juli.
Gubernur Bank Uganda Michael Atingi-Ego juga mengatakan kepada Bloomberg TV pada Mei bahwa mereka akan mendiversifikasi cadangan dengan emas yang bersumber dari penambang tradisional dalam negeri. "Tujuannya adalah untuk menggunakan akumulasi emas ini untuk menangani repo (lintas mata uang) yang jatuh tempo," kata Gopaul.
Bank Sentral Madagaskar juga mengindikasikan "akan memperoleh 4t emas sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkan cadangan dan memformalkan ekspor emas,".
Sementara Gubernur Bank Sentral Kenya, Kamau Thugge mengatakan kepada media pada April kalau mereka "secara aktif mempertimbangkan" untuk menambahkan emas ke cadangan mereka untuk tujuan diversifikasi, meskipun tidak ada jadwal yang diumumkan.