Targetkan Comeback di Japan Open 2025, Gregoria Mariska Rajin Terapi Akupuntur

Gregoria Mariska sedang terkena vertigo. Dia rutin terapi akupuntur agar bisa comeback dengan target main lagi di Jepang Terbuka 2025.

oleh ThomasDiterbitkan 04 Juni 2025, 17:00 WIB
Gregoria Mariska Rajin Terapi Akupuntur (Liputan6.com/Thomas)

Liputan6.com, Jakarta- Tunggal putri andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus absen cukup lama akibat gangguan vertigo. Istri dari Mikha Angelo tersebut sudah absen sejak Piala Sudirman 2025 yang berlangsung di China pada 27 April hingga 4 Mei 2025.

Gangguan vertigo begitu mengganggu kinerja Gregoria sehingga dia harus istriahat penuh. Gregoria pun harus melewatkan Kapal Api Indonesia Open 2025 yang sedang berlangsung di Istora Senayan. Beruntung kondisi Gregoria saat ini sudah mulai membaik. Dia rutin menjalani terapi akupuntur agar bisa segera comeback.

"Puji Tuhan kondisi sudah membaik. Tapi bagaimana pun juga, karena kemarin sempat off-nya cukup lama, jadi perlu waktu untuk mulai kembali latihan. Dan masih bertahap sih sampai sekarang, masih coba membalikkan fisiknya dulu. Dan semoga recovery-nya cepat, dan aku berharap banget supaya nggak kambuh-kambuh lagi," kata Gregoria dalam jumpa pers di Indonesia Open 2025.

Peraih medali perunggu Olimpiade 2024 tersebut harus absen sementara karena efek vertigo yang dialaminya sangat berat.

“Dulu kalau kambuh bisa lima sampai enam jam cuma bisa berbaring, muntah-muntah dan tidak berhenti meski sudah minum obat. Tapi sekarang sudah jauh lebih ringan, tidak separah sebelumnya,” katanya.

"Kalau efek di latihan itu sebetulnya yang paling ditakutkan adalah kambuh saat latihan. Karena sempat kemarin sebelum berangkat ke BAC, itu aku ada latihan yang mengharuskan aku gerak cukup cepat gitu, kayak agility, tapi pakai shuttlecock, di-drilling sama pelatihku. Setelah itu aku merasa langsung pusing, mungkin trigger dengan gerakan cepatnya," tutur Gregoria.


Gregoria Optimistis Bisa Comeback di Jepang

Gregoria Mariska Rajin Terapi Akupuntur (Liputan6.com/Thomas)

Agar mempercepat proses penyembuhan dari vertigo, Gregoria saat ini rutin terapi akupuntur. Dia menargetkan bisa comeback dalam waktu dekat di Japan Open 2025 yang rencananya berlangsung 15-20 Juli 2025.

"Kalau untuk sekarang aku rajin untuk akupuntur, karena akupuntur banyak orang bilang sangat membantu untuk vertigo, jadi yang sekarang aku lakukan adalah rajin akupuntur. Terus juga cek ke rumah sakit setiap satu minggu sekali, follow up kondisi sama dokter, dan gimana-gimana program latihannya supaya mungkin bisa dibicarakan juga sama dokter dan pelatih," imbuh Gregoria.

"Sata berharap banget untuk bisa main di Jepang Open sih. Berdoa semoga tidak kabur lagi," sambung Gregoria.


Gregoria Lewatkan Banyak Turnamen Akibat Vertigo

Sakit vertigo ini membuat Gregoria telah melewatkan banyak turnamen akbar. Ada dua turnamen Super 500 yaitu Thailand Open (13-18 Mei) dan Malaysia Masters (20-25 Mei).

Selain itu, dia juga harus absen di Super 750 Singapore Open (27 Mei-1 Juni) dan kini di Super 1000 Indonesia Open yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-8 Juni.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya