Liputan6.com, New Delhi - India kembali mencatatkan sejarah dalam eksplorasi angkasa luar.
Group Captain Shubhanshu Shukla dari Angkatan Udara India akan menjadi warga negara India pertama yang mengunjungi International Space Station (ISS) dalam misi Axiom Mission 4 (Ax-4) yang dijadwalkan lepas landas pada 10 Juni 2025.
Advertisement
Misi ini akan diluncurkan dari Kennedy Space Center milik NASA di Florida, menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon dan roket Falcon 9. Shukla akan bergabung dengan tiga kru internasional lainnya, yaitu Peggy Whitson dari AS sebagai komandan misi, serta Slawosz Uznański-Wiśniewski dari Polandia dan Tibor Kapu dari Hungaria.
Perjalanan ini dilakukan 41 tahun setelah kosmonot Rakesh Sharma menjadi orang India pertama yang terbang ke angkasa luar menggunakan Soyuz Rusia pada tahun 1984. Ia menghabiskan hampir delapan hari di sana.
Namun, Shukla menjadi yang pertama menginjakkan kaki di ISS, menandai era baru kolaborasi angkasa luar antara India, NASA, dan European Space Agency (ESA).
Lahir di Lucknow pada 10 Oktober 1985, Shukla telah menjadi pilot tempur sejak 2006 dengan lebih dari 2.000 jam terbang. Kisahnya yang "tidak disengaja" masuk ke dunia militer—berawal dari mengisi formulir milik temannya—kini membawanya menjadi simbol harapan bangsa.
"Sebagai saya pergi ke angkasa luar, saya membawa harapan dan mimpi dari miliaran hati," ujar Shukla dalam konferensi pers, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (4/6/2025).
India melalui ISRO menggelontorkan dana sebesar 5 miliar rupee (sekitar Rp1,2 triliun) untuk mengamankan kursi dan pelatihan Shukla dalam misi ini. Langkah ini dinilai strategis karena memberikan pengalaman langsung yang akan sangat berharga menjelang peluncuran misi antariksa berawak pertama India, Gaganyaan, pada 2027.
Pengalaman di ISS
Selama dua minggu di ISS, Shukla tak hanya bertugas sebagai pilot dan pendamping komandan misi, tetapi juga akan menjalankan 60 eksperimen ilmiah, tujuh di antaranya berasal dari India.
Eksperimen ini mencakup studi tentang pertumbuhan benih tanaman dalam kondisi mikrogravitasi, pengembangan mikroalga sebagai sumber daya di angkasa luar, serta dampak angkasa luar terhadap mikroorganisme seperti tardigrades.
Penelitian lainnya akan mempelajari hilangnya massa otot pada astronot dan bagaimana interaksi dengan layar komputer di angkasa luar memengaruhi kesehatan mental.
Untuk menyemarakkan partisipasi publik, ISRO juga telah menyiapkan sesi interaktif antara Shukla dan pelajar India selama misi berlangsung.
"Kami percaya interaksi ini akan menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai sains dan teknologi angkasa luar," ujar Direktur Proyek ISRO, Sudeesh Balan.
Target Ambisius India
Ax-4 bukan sekadar misi antariksa komersial.
Bagi India, ini adalah simbol transformasi. Pemerintah India telah mengumumkan target ambisius: membangun stasiun angkasa luar sendiri pada 2035 dan mengirim astronot ke Bulan sebelum 2040. Dengan pengalaman nyata dari misi Ax-4, India kini punya pijakan kuat untuk melangkah menuju masa depan tersebut.
Seperti dikatakan oleh kakak Shukla, Shuchi Mishra, :Ia melakukannya bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk negara dan generasi mendatang. Ia ingin anak-anak muda India bermimpi besar."