Liputan6.com, Lampung - Tari sigeh pengunten (siger penguntin) merupakan salah satu tari kreasi dari Lampung. Tarian yang dipentaskan dalam tradisi penyambutan tamu agung ini lahir dari gabungan dua kebudayaan di Lampung.
Mengutip dari laman Indonesia Kaya, tari sigeh pangunten sebenarnya merupakan pengembangan dari tari sembah. Tarian tersebut merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Lahirnya tari sigeh pengunten sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting telah diresmikan melalui Peraturan Daerah.
Advertisement
Tari sigeh pengunten mengambil unsur koreografi dari berbagai tari tradisional Lampung. Hal ini merupakan wujud representasi budaya Lampung yang beragam.
Lebih detail lagi, proses lahirnya tari sigeh pengunten tak bisa dilepaskan dari realitas budaya Lampung yang terdikotomi menjadi Pepadun dan Peminggir (Saibatin). Kedua adat ini memiliki kekhasan tersendiri, sehingga perlu ditonjolkan sebagai representasi Lampung.
Dengan demikian, tari sigeh pengunten merupakan sintesis dari dua indentitas kebudayaan yang ada di Lampung. Tarian ini menyerap gerak tarian dari adat Pepadun dan adat Peminggir menjadi sebuah kesatuan yang harmonis.
Aksesori
Salah satu ciri khas dalam tari sigeh pengunten adalah aksesoris yang dikenakan para penari. Aksesori utama yang digunakan adalah siger, yakni mahkota berwarna emas. Mahkota ini telah menjadi identitas Lampung, sehingga sangat cocok ditonjolkan sebagai identitas tarian khas Lampung.
Selain itu, ada juga tanggai yang dikenakan di jemari penari. Tanggai adalah penutup jari berbentuk kerucut berwarna emas. Selain kedua aksesori tersebut, penari sigeh pengunten juga mengenakan papan jajar, gelang kano, gelang burung, kalung buah jukum, dan pending.
Hingga kini, tari sigeh pengunten sudah kerap ditampilkan sebagai bagian dari ritual penyambutan tamu dalam acara-acara resmi, termasuk prosesi pernikahan. Tarian ini menggambarkan ekspresi kegembiraan atas kedatangan para tamu undangan. Para penari pun mengekspresikan kegembiraan tersebut melalui rangkaian gerakan yang luwes, ramah, dan penuh kehangatan.
Penulis: Resla