100 Hari Kerja, Gubernur Jakarta Pramono Anung: Janji Politik Hampir Semua Bisa Dipenuhi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut hampir seluruh janji kampanyenya telah terpenuhi pada 100 hari kerja.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 Juni 2025, 16:16 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung berbincang dengan awak media di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut hampir seluruh janji kampanyenya telah terpenuhi pada 100 hari kerja.

Untuk diketahui, pada Jumat 31 Mei 2025 lalu merupakan tepat 100 hari kerja Pramono Anung menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Hari ini, tepatnya tanggal 3 Juni, saya merasa bersyukur sekali karena hari ini adalah 100 hari lebih sedikit, lebih satu hari saya memerintah menjadi Gubernur DKI Jakarta," ujar Pramono Anung, Selasa (3/6/2025).

"Dan Alhamdulillah apa yang menjadi janji-janji politik saya yang tidak terlalu banyak InsyaAllah hampir semuanya bisa saya penuhi," sambung dia.

Menurut dia, pada program percepatan (quick wins) yang telah dilakukan di antaranya penambahan kuota Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta pemutihan ijazah yang ditahan sekolah.

"Terutama yang menyangkut Kartu Jakarta Pintar sudah terbagikan 707.622, Kartu Jakarta Masiswa Unggul 16.979 dan pada hari ini pemutian ijazah sudah bisa diputihkan 1.315 ijazah," papar Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Dia berharap, program penebusan ijazah yang ditahan di sekolah, bisa diselesaikan pada 2025, meskipun masih tersisa di angka 6.000 lebih.

"Sudah ada 1.315 ijazah yang telah diputihkan," kata Pramono saat penyerahan bantuan pemutihan ijazah tahap ketiga di SMK Miftahul Falah Jakarta Selatan, melansir Antara.

Pada pemutihan ijazah itu, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Baznas Bazis menyerahkan sebanyak 827 ijazah dari jenjang SMP dan SMK.

Pramono menyatakan, program pemutihan ijazah ini diharapkan dapat selesai pada 2025 dengan sisa ijazah yang masih ditahan berkisar 6.000 lebih.

"Untuk penyelesaian mudah-mudahan di tahun 2025 ini," ujarnya.

 

Pemutihan Ijazah Masuk Program 100 Hari Kerja

Menggunakan transportasi umum, Pramono Anung berangkat dari rumah dinasnya di sekitaran Taman Surapati, Jakarta Pusat menuju kawasan Matraman di Jakarta Timur. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pramono Anung menambahkan, ijazah yang masuk dalam program pemutihan ini sudah tertahan di sekolah, ada yang hampir tujuh tahun dan kini baru bisa diambil.

"Pemutihan ijazah masuk dalam program 100 hari kerja pertama dan juga menjadi janji politik pada saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta," tandas Pramono.

Sementara itu, Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) mencatat, baru 60 persen warga Jakarta yang mengaku puas terhadap kinerja kepala daerahnya, Pramono Anung dan Rano Karno di 100 hari kerja pertamanya. Artinya, masih banyak warga Jakarta yang belum puas dengan kinerja Pram-Rano.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno tidak mau ambil pusing. Menurut dia, kinerja 100 hari pertama memang tidak menyasar kepada semua pihak. Jadi wajar jika kebanyakan mengaku tidak puas.

Namun demikian, Rano mengklaim ada pondasi kuat yang sudah dibenahi dalam 100 hari pertama masa kerjanya. Salah satunya, ketimpangan atau disparitas ekonomi.

"Kita memang tidak merubah visi besar, kita tidak merubah Jakarta (dengan) melebarkan jalannya atau (membangun) gedung dan sebagainya tidak, tapi lebih kepada pak gubernur sering bicara disparitas di Jakarta ini cenderung kaya dengan miskin terlalu jomplang misalnya paling basic hampir 6 ribu sekian ijazah anak-anak kita tidak terambil karena ekonomi itu kan simpel, tapi kita lakukan itu," kata dia di Kompleks Balai Kota Jakarta, Senin 2 Juni 2025.

"Kemudian KJP dari 500 ribu sampai 700 ribu sekian memang tidak kolosal, kita menguatkan pondasi saja," ucap Wagub Rano Karno menambahkan.

 

Hanya 40 Program Tapi Jadi Pondasi

Usai dilantik, Pramono Anung dan Rano Karno langsung menuju Balai Kota Jakarta untuk melakukan Serah Terima Jabatan dengan Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rano menambahkan, hal sederhana tapi mendasar lain sebagai pondasi adalah JAKI yang diperbaharui. Mengingat fungsinya yang krusial untuk berbagai hal, maka fitur di JAKI kini dipastikan lebih lengkap.

"Kemarin kita meng-upgrade JAKI karena kepentingan semakin banyak, ambulans dan segala macam. Artinya kita tidak membuat bangunan mewah tidak, tapi penyusunan lima tahun ini kita membangun," kata Rano.

Rano mengakui, hanya ada 40 program dari sekian banyaknya agenda yang hendak dikerjakan selama lima tahun. Namun 40 program tersebutlah yang dipastikan akan menjadi pondasi untuk lima tahun mendatang.

"Untuk 100 hari hanya 40 program, bukan yang besar-besar, yang paling pondasi," Rano menandasi.

Sebagai informasi, seperti dikutip dari Antara, 40 program tersebut dinamakan “Quick Wins” oleh Pramono-Rano. Diketahui, 40 program itu dibedakan menjadi 3 kategori yaitu:

  1. Program yang memiliki high impact dan high implementability
  2. Program dengan high impact namun hardly/partly implementability
  3. Program yang partly-high/moderate impact dan hardly/partly implementability
Infografis Usulan Kenaikan Tarif Transportasi Warga Luar Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya