Aktivitas Gempa Hembusan Gunung Tangkuban Perahu Meningkat, Warga Diimbau Waspada

Sepanjang Senin (2/6/2025), periode pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Tangkuban Perahu mengalami sebanyak 13 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1.5-10 mm, dan lama gempa 30-50 detik

oleh Ahmad ApriyonoDiperbarui 03 Juni 2025, 16:13 WIB
Area Kawah Ratu di kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu menunjukkan aktivitas vulkanologi normal pada Minggu (28/7/2019). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk waspada terhadap potensi erupsi freatik Gunung Tangkuban Perahu, meski gunung yang berada di Kabupaten Bandung itu per Selasa (3/6/2025), pukul 15.30 WIB, masih berstatus Normal (Level I). 

Kepala Badan Geologi M Wafid mengatakan dengan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut turut meningkatkan potensi erupsi freatik karena terjadi kontak antara air dengan magma atau material panas di dalam gunung api.

"Perlu diwaspadai potensi bahaya berupa erupsi freatik, yaitu erupsi yang terjadi tanpa ada peningkatan gejala vulkanik yang jelas atau signifikan. Erupsi freatik dapat disertai hujan abu dan lontaran material di sekitar kawah," kata Wafid. 

Sementara itu, menurut laporan Petugas Pos Pantau Gunung Tangkuban Perahu Adzan Anugrah Indiarsyah, berdasarkan hasil pemantauan sepanjang Senin (2/6/2025), periode pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Tangkuban Perahu mengalami sebanyak 13 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.5-10 mm, dan lama gempa 30-50 detik, serta 134 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 1.5-12 mm, dan lama gempa 10-29 detik, lalu 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1.5-2 mm, dan lama gempa 6-8 detik.

Atas catatan aktivitas itu, Adzan Anugrah mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Tangkuban Perahu untuk tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas, serta tidak diperbolehkan menginap/berlama-lama berada di dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

"Segera menjauhi/meninggalkan area sekitar kawah jika teramati peningkatan intensitas/ketebalan asap kawah dan/atau jika tercium bau gas yang menyengat untuk menghindari potensi bahaya paparan gas beracun maupun erupsi freatik," katanya.

 

Waspada Letusan Freatik

Masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik yang dapat terjadi secara tiba-tiba, yaitu dengan tidak berlama-lama berada di sekitar area kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

"Waspada terjadinya letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala peningkatan vulkanik yang jelas," katanya.

Meski begitu, masyarakat diimbau tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu, tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunumg yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya