Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton. Amran menyampaikan stok beras saat ini merupakan capaian tertinggi selama 57 tahun.
"Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984," jelas Amran dikutip dari siaran pers, Selasa (3/6/2025).
Advertisement
Dia optimisme swasembada beras akan tercapai dari target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto yakni, tahun 2027. Amran juga meyakini Indonesia tak impor beras untuk tahun ini karena stok yang melimpah.
"Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor," jelasnya.
Selain stok beras, Amran memaparkan capaian nilai tukar petani (NTP) yang menunjukkan tren positif. Ia menyebut bahwa dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan ditargetkan menghasilkan NTP sebesar 110. Sementara pada bulan Mei, menurutnya NTP naik menjadi 121.
"Jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, 116," ujar Amran.
Sebagai bagian dari penguatan daya beli masyarakat dan stabilisasi harga, Amram mengatakan pemerintah menyiapkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 180 ribu ton per bulan selama dua bulan dengan total 360 ribu ton. Bantuan tersebut akan difokuskan pada wilayah nonpenghasil beras dan daerah perkotaan.
"Seperti Papua, Maluku, dan seterusnya. Kita distribusi ke sana bisa sekaligus dua bulan. Kemudian yang kedua adalah daerah perkotaan yang juga tidak menghasilkan beras," tutur dia.
Untungkan Petani tanpa Rugikan Konsumen
Sementara untuk daerah penghasil, khususnya di Pulau Jawa, dia menilai harus tetap dilindungi. Amran menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan harga agar dapat menguntungkan petani tanpa membebani konsumen.
"Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik, juga di tingkat konsumen tetap baik," ucapnya.
Amran memastikan bahwa stok pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Selain itu, penyerapan gabah dari petani diperkirakan bisa mencapai 400 hingga 500 ribu ton pada bulan ini.
"Karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini, serapannya bisa 400-500 ribu ton," pungkas Amran.