Misi Baru Allegri: Bangun Tembok Pertahanan AC Milan

Dia mewarisi skuad dengan pertahanan yang rapuh, jauh dari standar tim yang ingin bersaing di papan atas Serie A.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 03 Juni 2025, 09:01 WIB
Bek AC Milan asal Prancis, Theo Hernandez, merayakan kemenangan AC Milan di akhir pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Coppa Italia antara Inter Milan dan AC Milan di stadion San Siro, Milan, pada 23 April 2025.Piero CRUCIATTI / AFP

Liputan6.com, Jakarta Massimiliano Allegri kembali ke AC Milan dengan satu misi utama yang langsung mencolok: memperbaiki lini belakang. Dia mewarisi skuad dengan pertahanan yang rapuh, jauh dari standar tim yang ingin bersaing di papan atas Serie A. Musim lalu, gawang Milan kebobolan 43 kali—terlalu banyak untuk tim yang bercita-cita besar.

Dibandingkan tim-tim elite lainnya, hanya Lazio yang kebobolan lebih banyak dari Milan di delapan besar Serie A. Bahkan Napoli, sang juara, hanya kemasukan 27 gol—selisih 16 gol yang menunjukkan betapa rentannya barisan belakang Rossoneri. Allegri tahu, tanpa pertahanan yang kuat, mimpi besar hanya akan jadi angan.

Kini, Milan memasuki era baru. Allegri datang kembali dengan pengalaman dan ketegasan, serta tekad kuat untuk mengubah wajah tim. Fokusnya jelas: mulai dari belakang, bangun kekuatan dari pondasi yang kokoh.


Tugas Berat Menanti Allegri

Juventus menjalani start yang buruk pada musim ini. Meski sukses menang 4-0 atas Empoli, skuad Massimiliano Allegri masih tertinggal di posisi kedelapan klasemen Liga Italia dengan raihan 19 poin. Si Nyonya Tua juga harus angkat kaki dari fase gugur Liga Champions usai dikalahkan Benfica 3-4 pada laga lanjutan Grup H. (AFP/Marco Bertorello)

Tak butuh waktu lama bagi Allegri untuk menancapkan pengaruh. Dari hari pertama di Milanello, dia langsung mengatur ulang rencana pramusim demi menggarap pertahanan sedini mungkin. Dia tahu betul, tugas ini tak bisa ditunda.

Masalahnya bukan hanya teknis, tapi juga struktural. Musim lalu, Milan kerap dihantam badai cedera, minimnya sosok pemimpin di lini belakang, serta cadangan yang kurang bisa diandalkan. Semua ini membuat sistem pertahanan mudah goyah.

Kini, Allegri harus merancang ulang. Dia butuh pendekatan klasik—pelatihan bertahan ala old school—untuk mengasah para pemain yang ada. Namun, itu saja tidak cukup; Milan juga perlu darah baru di lini belakang.


Dari Penjualan ke Perombakan

Aksi Fikayo Tomori di laga Serie A antara Milan vs Monza di San Siro, Minggu 25 Mei 2025 (Alberto Mariani/LaPresse via AP)

Beberapa nama belakang Milan saat ini berada dalam daftar jual. Malick Thiaw, Fikayo Tomori, dan Theo Hernandez kabarnya bisa dilepas jika ada tawaran menarik. Hasil dari penjualan ini akan jadi modal untuk membangun ulang tembok pertahanan Milan.

Allegri dikabarkan ingin lini belakang yang benar-benar dia bentuk sendiri. Artinya, para pemain yang masuk harus sesuai dengan visinya: tangguh, disiplin, dan tidak panik dalam tekanan. Dia tak hanya ingin bertahan, tapi juga membangun dari belakang.

Dengan adanya ruang finansial, Milan bisa lebih fleksibel. Allegri tak ingin sekadar tambal sulam, dia ingin fondasi baru yang bisa bertahan untuk beberapa musim ke depan.

Lanjut Baca:

Dalam daftar incaran, Allegri punya kriteria jelas: bek tengah dengan postur kokoh tapi punya ketenangan tinggi. Dua nama yang mencuat adalah Jaka Bijol dari Udinese dan Mario Gila dari Lazio—keduanya dinilai sesuai dengan kebutuhan. Bijol dikenal sebagai bek yang lugas dan tak ragu berduel fisik, sementara Gila lebih elegan dan punya kemampuan membaca permainan. Kombinasi seperti ini yang dibutuhkan Milan untuk mengisi lubang di jantung pertahanan mereka. Namun, tak hanya pengalaman yang dicari Allegri. Dia juga terbuka pada potensi muda yang bisa diasah menjadi andalan masa depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya