Menjaga Ketahanan Air Nasional Jadi Perwujudan Nilai Pancasila

Nilai-nilai Pancasila bukan hanya dihayati, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata demi kesejahteraan bangsa.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 03 Juni 2025, 07:48 WIB
Perum Jasa Tirta II (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Lahir Pancasila diperingati berbagai cara dan bentuk. Salah satunya, dengan menggaungkan upaya ketahanan air nasional. Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso mengatakan hal itu dilakukan melalui rangkaian kegiatan strategis yang dilakukan sepanjang minggu terakhir Bulan Mei hingga menuju Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025.

"Kami menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan hanya dihayati, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata demi kesejahteraan bangsa," kata Imam melalui keterangan tertulis diterima, Senin (2/6/2025).

BACA JUGA: Pidato Prabowo Pimpin Upacara Hari Pancasila, Ungkit Kekayaan Alam Indonesia

Imam berkomitmen, pihaknya terus berkontribusi demi menjaga ketahanan air nasional sebagai wujud cinta Tanah Air.

Beberapa kegiatan aktif dijalankan dalam berbagai langkah penting, antara lain penandatanganan Akta Notaris Badan Usaha Pelaksana Sistem Penyediaan Air Minum (BUP SPAM) Kota Bandung sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam memperkuat infrastruktur layanan air bersih di Kota Bandung.

"Dilanjutkan dengan dukungan terhadap pembangunan Intake Siltrap Lama sebagai solusi atas krisis air baku di Bekasi agar penyaluran dapat lebih optimal dan kontinu ke Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, hingga penerapan Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA) kepada para pemanfaat air di Wilayah Sungai Seputih–Sekampung agar pengelolaan SDA dapat dilakukan secara adil, transparan, dan berkelanjutan," jelas Imam.

Selain itu, beberapa kegiatan sebelumnya yaitu berkontribusi dalam panen raya kopi yang berlangsung di Wilayah Konservasi Situ Cimeuhmal, Kiarapayung, Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung.

"Semua inisiatif ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga ketersediaan dan keberlanjutan air sebagai sumber kehidupan bangsa," yakin Imam.

“Pancasila menuntun kita untuk menjadikan kerja sebagai ibadah kepada bangsa. Ketahanan air bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian dari ketahanan nasional. Kami percaya bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan,” ujar imbuh dia.

 

Panggilan Ideologis

Senada, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Anton Mardiyono, dalam pidatonya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila menegaskan, menjaga air bukan semata tugas teknis, melainkan panggilan ideologis sebagai insan Pancasila.

“Ketahanan air adalah salah satu bentuk Pancasilaisme yang paling nyata. Melalui air, kita bicara soal keadilan sosial, persatuan, keberlanjutan lingkungan, dan kemanusiaan," kata Anton.

Anton percaya, tiap tetes air yang dijaga adalah bukti pengabdian kami kepada nilai-nilai dasar bangsa ini. Sebab, menjaga air adalah tanggung jawab moral untuk menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi sebagai panduan kerja, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan krisis air baku yang semakin kompleks.

"Upaya menjaga aliran air melalui rekayasa sistem, seperti pada proyek relokasi intake di Bekasi, adalah wujud nyata dari nilai gotong royong yang menjadi pilar Pancasila. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak demi satu tujuan yakni memastikan air mengalir dengan baik hingga ke masyarakat. Kerja kolaboratif ini adalah bentuk nyata dari semangat persatuan Indonesia,” Anton menutup.

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya