Matheus Cunha, Solusi Lini Depan Manchester United yang Mati Gaya?

Mantan bek Manchester United Rio Ferdinand ikut angkat bicara mengenai kedatangan Matheus Cunha. Menurutnya, pemain berusia 26 tahun itu bisa menjadi kunci kebangkitan lini serang Setan Merah.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 02 Juni 2025, 22:03 WIB
Penyerang Wolverhampton Wanderers asal Brasil #10, Matheus Cunha, merayakan gol pertamanya dalam pertandingan putaran kelima Piala FA Inggris antara AFC Bournemouth dan Wolverhampton Wanderers di Stadion Vitality, London, pada tanggal 1 Maret 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United akhirnya resmi mengumumkan kedatangan Matheus Cunha. Pemain asal Brasil ini direkrut dari Wolverhampton Wanderers setelah tampil impresif di Molineux.

Transfer ini bernilai £62,5 juta dan menunggu persetujuan visa serta prosedur pendaftaran. Setelah Patrick Dorgu, Cunha menjadi rekrutan kedua era Ruben Amorim di Old Trafford.

Cunha sepakat menandatangani kontrak lima tahun hingga 2030 bersama Setan Merah. Perekrutan ini menjadi bukti ambisi Manchester United dalam membenahi lini serang mereka.

Mantan bek United Rio Ferdinand ikut angkat bicara mengenai kedatangan Cunha. Menurutnya, pemain berusia 26 tahun itu bisa menjadi kunci kebangkitan lini serang Manchester United.


Reaksi Rio Ferdinand: Pemain yang Tepat

Pemain Wolves, Matheus Cunha merayakan golnya dari sepak pojok ke gawang Manchester United pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 yang berlangsung di Molineux Stadium, Wolverhampton, Inggris, Jumat (27/12/2024) WIB. (AP Photo/PA/David Davies)

Rio Ferdinand menyatakan bahwa lini depan Manchester United perlu diperbaiki. Ia menilai hanya Bruno Fernandes atau Amad Diallo yang mampu mencetak gol dari permainan terbuka.

“Kami telah merekrut pencetak gol terbanyak Wolves musim ini. Dia sudah mencetak 16 gol di semua kompetisi,” ucap Ferdinand di kanal YouTube Rio Ferdinand Presents.

“Dia salah satu nama yang saya sebut beberapa minggu lalu: kalau saya punya daftar belanja, dia pasti ada di sana,” ujar Ferdinand.

“Dia sudah mengenal Premier League, jadi dia tidak butuh waktu adaptasi. Ini faktor penting, karena pemain asing selalu punya risiko adaptasi,” tuturnya menegaskan.


Performa Cunha Jadi Bukti Kemampuannya

Mencetak tiga gol alias hattrick di kompetisi seketat Premier League Liga Inggris tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap pemain. Tak terkecuali bagi 6 pesepak bola Brasil berikut yang telah mencatatkan namanya sebagai pencetak hattrick sepanjang sejarah Premier League Liga Inggris. (AFP/Ben Stansall)

Ferdinand menilai performa Cunha saat Wolves menang di Old Trafford pada April lalu menjadi alasan United tertarik. Cunha menunjukkan permainan yang memukau dan tajam.

“Tim rekrutmen, para pelatih, dan para pemain pasti melihat apa yang dia lakukan di Old Trafford. Dia menusuk pertahanan United seperti pisau panas di atas mentega,” kata Ferdinand.

“Dia punya kekuatan dan cocok dengan karakter Ruben Amorim. Dia cepat, dinamis, agresif, bisa turun membantu, mengalirkan bola, mengoper, dan mengancam gawang lawan,” ucapnya.

“Saya pikir dia pemain yang selama ini dicari Ruben Amorim. Dengan Hojlund dan Zirkzee belum menunjukkan taji, Cunha bisa bermain di tiga posisi: sebagai nomor sembilan atau sayap,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya