Pilar-pilar Tersembunyi Barcelona

Para pemain ini mungkin tak banyak disorot, tapi setiap kali dipanggil, mereka menjawab dengan semangat dan kontribusi pasti. Tanpa pilar-pilar tersembunyi ini, musim gemilang Barcelona bisa saja hanya tinggal mimpi.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 02 Juni 2025, 13:40 WIB
Pemain Barcelona, Ferran Torres (kiri) merayakan gol yang dicetak oleh Raphinha (tidak tampah) ke gawang Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Lluis Gene)

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/25 menjadi momen kebangkitan Barcelona. Di bawah arahan Hansi Flick, tim ini kembali memancarkan identitas permainan yang menghibur dan efektif. Tiga trofi domestik berhasil disabet, bahkan hampir menembus final Liga Champions.

Meski nama-nama seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Lewandowski mendominasi pemberitaan, keberhasilan Barcelona tak semata lahir dari para bintang utama. Di balik layar, ada sejumlah pemain yang mungkin tak selalu jadi pilihan utama, tapi perannya sangat menentukan.

Para pemain ini mungkin tak banyak disorot, tapi setiap kali dipanggil, mereka menjawab dengan semangat dan kontribusi pasti. Tanpa pilar-pilar tersembunyi ini, musim gemilang Barcelona bisa saja hanya tinggal mimpi.


Eric Garcia: Sempat Berada di Ambang Pintu Keluar

Di babak kedua, Barcelona bangkit. Tendangan first time Eric Garcia di menit ke-54 berhasil mengoyak jala gawang Inter Milan yang dikawal Yann Sommer. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Eric Garcia sempat berada di ambang pintu keluar Barcelona. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Dia menutup musim sebagai salah satu pemain paling bisa diandalkan Hansi Flick.

Sebagai jebolan La Masia, Garcia membawa satu kualitas langka, yakni fleksibilitas. Dia mampu tampil sebagai gelandang bertahan, bek tengah, dan bahkan bek kanan saat dibutuhkan.

Puncaknya terjadi saat dia menggantikan Jules Kounde sebagai bek kanan. Di posisi ini, Garcia mencetak gol penting melawan Inter Milan dan Real Madrid. Dia menutup musim sebagai bek kanan solid dengan kontribusi krusial dalam laga-laga besar.


Gerard Martin: Tak Terlihat, Tapi Terasa

Ekspresi pemain Barcelona, Gerard Martin (tengah) usai pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2024/2025 melawan BVB Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, pada 15 April 2025 atau Rabu 15 April 2025 dini hari WIB. (Pau BARRENA/AFP)

Ketika Hansi Flick memilih Gerard Martin ketimbang Hector Fort, banyak yang mengernyitkan dahi. Namun, sang pelatih tahu apa yang dia lakukan, dan Martin menjawab dengan performa yang tak main-main.

Meski tak spektakuler, Martin tampil konsisten. Dia jadi sosok penting saat Alejandro Balde absen, menjaga kestabilan sisi kiri pertahanan dengan kerja keras dan disiplin.

Laga terbaiknya adalah saat melawan Inter Milan, di mana dia mencatat dua assist. Meski laga berakhir dengan kekalahan, momen itu menjadi simbol dedikasinya. Air mata usai laga memperlihatkan seberapa besar artinya mengenakan seragam Barcelona.


Fermin Lopez: Spirit yang Tak Bisa Dibeli

Pemain Barcelona, Fermin Lopez melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Valencia pada laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Senin (27/01/2025) dini hari WIB. (AFP/Manaure Quintero)

Kedatangan Dani Olmo sempat menutup peluang Fermin Lopez. Namun, sang pemain muda tak menyerah. Dia menjawab dengan performa yang membuat fans jatuh hati.

Lopez mungkin tak sehalus Olmo dalam teknik, tapi dia punya sesuatu yang tak bisa diajarkan: semangat. Dia terus memberikan tekanan ke pertahanan lawan dan mencetak gol-gol penting sepanjang musim.

Lanjut Baca:

Tiga kontribusi gol dalam tiga laga terakhir menutup musim yang brilian. Dengan total sebelas kontribusi gol, Lopez menjelma menjadi sosok supersub andalan Flick dan layak menjadi bagian penting skuad musim depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya