COVID-19 di Thailand Melonjak, Tercatat Lebih dari 18.000 Kasus Baru

Thailand mencatat lonjakan kasus COVID-19 dengan lebih dari 18.000 kasus baru pada 2 Juni 2025. Varian baru dan festival Songkran diduga jadi penyebab.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Juni 2025, 14:07 WIB
Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati Kuil Wat Pho di Bangkok, Thailand, Kamis (24/2/2022). Thailand melaporkan jumlah infeksi COVID-19 harian baru terbesar sejak awal pandemi. (Jack TAYLOR/AFP)

Liputan6.com, Bangkok - Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) Thailand mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan signifikan kasus COVID-19.

Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok rentan, termasuk orang lanjut usia dan bayi di bawah satu tahun.

Pada hari Selasa (27/5/2025), DDC mencatat 18.062 kasus baru COVID-19 dalam satu hari. Angka ini membuat total kasus kumulatif sepanjang tahun 2025 naik menjadi 240.606 kasus.

Tak hanya itu, dua pasien meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 di hari yang sama, menjadikan jumlah korban meninggal tahun ini menjadi 53 orang.

Setelah berakhirnya libur Songkran, DDC melaporkan telah terjadi 14 klaster baru penyebaran COVID-19 di berbagai tempat, meliputi:

  • 6 klaster di penjara dengan 198 kasus
  • 5 klaster di sekolah dengan 258 kasus
  • 2 klaster di pangkalan militer dengan 178 kasus
  • 1 klaster di rumah sakit dengan 35 kasus

Khusus untuk lingkungan sekolah, DDC menyampaikan kekhawatiran karena banyak siswa dan guru berada di ruang tertutup dalam waktu yang lama, yang berisiko mempercepat penularan. Oleh karena itu, sekolah-sekolah diminta segera menerapkan langkah pencegahan tambahan, termasuk ventilasi ruangan, penggunaan masker, dan protokol kesehatan lainnya.

 

Imbauan untuk Orang Tua

Seorang pegawai minimarket 7-Eleven yang biasanya buka 24 jam mengunci pintu gerai jelang pembatasan jam malam untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Bangkok, Thailand, Senin (19/7/2021). Jumlah kematian akibat COVID-19 di Thailand mencapai 3.610 kasus sejak pandemi dimulai. (Candida NG/AFP)

DDC juga menekankan agar orang tua tidak membawa bayi di bawah usia satu tahun ke tempat umum atau keramaian. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga sangat rentan mengalami gejala berat jika terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Bagi kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit bawaan, dan mereka yang sistem kekebalannya lemah, DDC menyarankan untuk tetap menerapkan langkah perlindungan pribadi, seperti:

  • Menggunakan masker saat berada di luar rumah atau di tempat ramai
  • Sering mencuci tangan dengan sabun atau pembersih berbasis alkohol
  • Menjaga jarak fisik dari orang lain
Infografis Kasus COVID-19 di Asia Merangkak Naik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya